Truk bermuatan besi tua terguling di Gunung Bakaran, Balikpapan, lalu menimpa ruko tiga pintu. Pemilik selamat meski sempat terjebak. Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
EKSPOSKALTIM.COM, Balikpapan - Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di kawasan Gunung Bakaran, Balikpapan Selatan, pada Senin dini hari (29/6/2026) sekira pukul 02.30 WITA. Satu unit truk bermuatan besi tua dengan nomor polisi B 9202 FYW terguling dan material muatannya menyapu serta menimpa ruko tiga pintu di Jalan Marsma R Iswahyudi, RT 07, Kelurahan Sungai Nangka.
Meskipun bagian depan bangunan mengalami kerusakan struktural yang cukup parah, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden menegangkan tersebut.
Pemilik ruko, Handoko (61), menceritakan bahwa peristiwa itu bermula saat dirinya tengah tertidur lelap dan mendadak terbangun akibat mendengar suara dentuman yang sangat nyaring dari luar bangunan.
“Saya sudah tidur, tiba-tiba ada suara ledakan keras,” ungkap Handoko di lokasi kejadian, Senin pagi (29/6/2026).
Dentuman keras tersebut diduga kuat berasal dari ban bagian belakang kanan truk yang pecah mendadak sekitar 30 meter sebelum posisi ruko milik Handoko.
Detik-Detik Menegangkan dan Terjebak di Ruko
Didorong rasa penasaran, Handoko lantas mencoba mengintip situasi jalan raya melalui celah jendela rukonya. Nahas, saat ia tengah mengamati keluar, truk berukuran besar tersebut justru kehilangan keseimbangan lalu ambruk ke arah ruko yang diangkatnya sebagai tempat tinggal.
Beruntung, hantaman keras truk masih tertahan oleh struktur tiang luar bangunan ruko, sehingga tidak langsung mengenai badan Handoko.
“Saya sempat tersentak kaget karena tiba-tiba truk rebah ke ruko, tepat di depan jendela tempat saya mengintip,” urai Handoko mengingat momen menegangkan itu.
Kendati berhasil luput dari cedera fisik, Handoko mengaku sempat terjebak di dalam ruangan selama beberapa saat. Hal ini dikarenakan tumpukan material besi tua yang berhamburan dari bak truk menutup total seluruh akses pintu keluar dan masuk di bagian depan ruko.
“Saya coba telepon keluarga tidak ada yang merespons karena masih dini hari. Akhirnya, saya terpaksa merayap pelan-pelan di celah-celah sempit di antara material besi untuk bisa keluar dari ruko,” tuturnya.
Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah
Handoko menjelaskan, ruko tiga pintu tersebut sehari-hari ia gunakan untuk menjalankan roda bisnis penjualan peralatan keselamatan kerja (safety tools). Bahkan, salah satu blok ruko baru saja ia sewa dalam setahun terakhir untuk keperluan ekspansi usaha.
Akibat hantaman fisis truk dan material besi tua tersebut, bagian teras depan dan atap bangunan mengalami kerusakan parah hancur total.
“Untuk barang dagangan di dalam ruko tidak banyak mengalami kerusakan, hanya berhamburan saja. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar seratusan juta rupiah karena bagian atap dan fasad depan rusak total,” keluhnya.
Terkait langkah penyelesaian pasca-insiden, Handoko menegaskan telah melakukan komunikasi awal dengan sang sopir truk untuk memproses pertanggungjawaban dan mekanisme ganti rugi atas kerusakan tempat usahanya. "Iya, tadi sudah bicara langsung dengan sopirnya," pungkas Handoko.

