Pencurian kabel listrik yang berulang kali membuat Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) gelap akhirnya memaksa Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengamanan.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memperkuat sistem pengamanan di kawasan Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) setelah berulang kali menjadi sasaran pencurian kabel listrik yang mengakibatkan lampu penerangan padam dan memicu keluhan masyarakat.
Selain menyiapkan revitalisasi lampu senilai Rp900 juta melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkot juga akan memasang empat kamera pengawas (CCTV) untuk meminimalkan risiko pencurian aset daerah.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai evaluasi pemerintah menyusul kasus pencurian kabel yang menyebabkan penerangan di salah satu jembatan penghubung utama Kota Samarinda tidak berfungsi dalam waktu cukup lama.
Sebelumnya, Dishub Samarinda telah memastikan anggaran sekitar Rp900 juta dialokasikan untuk mengganti jaringan kabel dan merevitalisasi lampu penerangan pada tiang-tiang jembatan, bukan lampu tematik yang menyatu dengan konstruksi.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin, mengatakan pembagian tugas antarorganisasi perangkat daerah telah ditetapkan. Dishub bertanggung jawab melakukan penggantian kabel sekaligus mengaktifkan kembali lampu penerangan, sedangkan Diskominfo diberi mandat memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV.
“Diskominfo ditugaskan untuk menambah CCTV. Sudah diusulkan dan sudah kontrak. Tinggal fix-an dari penyedia,” ujarnya (3/7/2026).
Sebanyak empat unit CCTV akan dipasang di titik-titik akses masuk atau gate menuju Jembatan Mahkota II. Seluruh kamera diarahkan untuk memantau aktivitas keluar masuk kawasan jembatan sehingga diharapkan mampu mendeteksi lebih dini setiap aktivitas mencurigakan.
“Ada empat titik. Itu rata-rata dipasang di daerah pintu masuknya, di gate. Kemungkinan baru bisa itu di Agustus,” katanya.
Suparmin menjelaskan, pemasangan kamera pengawas tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda yang disampaikan melalui rapat bersama Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Dalam rapat tersebut, seluruh OPD terkait diminta menyusun langkah konkret untuk mengamankan aset pemerintah.
“Perintahnya adalah bagaimana pengamanan aset-aset ini. Kan permasalahannya sebenarnya kabelnya dicuri,” ungkapnya.
Menurut Suparmin, pencurian yang terjadi bukan dalam skala kecil. Kabel yang hilang diperkirakan memiliki panjang hingga berkilometer sehingga proses pemulihannya membutuhkan waktu, termasuk karena harus melalui mekanisme administrasi dan penyesuaian anggaran.
Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, Dishub Samarinda kini telah siap melaksanakan penggantian kabel agar lampu penerangan di Jembatan Mahkota II dapat kembali menyala.
Suparmin menjelaskan bahwa sistem pengawasan sebelumnya belum mampu memberikan efek pencegahan secara maksimal. Posisi kamera yang terpasang di ujung jembatan dinilai terlalu tinggi sehingga sulit menangkap identitas pelaku secara jelas.
Ke depan, Diskominfo juga mempertimbangkan pengembangan sistem early warning agar petugas dapat memperoleh peringatan ketika terdeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar jembatan.
“Jadi begitu ada orang-orang yang mencurigakan harusnya ada alert. Ini yang mungkin nanti kita pikirkan untuk early warning-nya,” ungkap Suparmin.
Namun Suparmin memastikan pemasangan CCTV nantinya tidak akan memerlukan waktu lama. Sebab, sistem Video Management System (VMS) telah terintegrasi di server Diskominfo dan jaringan kabel serat optik di sekitar lokasi juga telah tersedia. Proses pengadaan perangkat CCTV juga telah memasuki tahap kontrak sehingga pemasangan tinggal menunggu penyedia menyelesaikan pekerjaannya.
“Jadi ini sudah tidak susah sebenarnya,” pungkasnya.



