Ancaman karhutla mulai terlihat di Kutai Kartanegara setelah satelit mendeteksi titik panas yang kemudian ditemukan sebagai kebakaran lahan di Samboja Barat.
EKSPOSKALTIM, Tenggarong - Respons cepat personel Polsek Samboja bersama warga berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Kebakaran di lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi atau 0,5 hektar berhasil dipadamkan setelah titik panas (hotspot) terdeteksi melalui Aplikasi Lembuswana berbasis data satelit.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan sistem pemantauan mendeteksi satu hotspot dengan tingkat kepercayaan medium berdasarkan akuisisi data Satelit NOAA-20 milik NASA pada Selasa (4/8).
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel piket Polsek Samboja diterjunkan untuk melakukan ground checking di lokasi sekitar pukul 10.30 Wita.
"Setibanya di titik koordinat di Kelurahan Bukit Merdeka, petugas menemukan api masih menyala disertai kepulan asap putih yang membakar vegetasi di lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi," kata Yazid, Selasa.
Polisi dan Warga Padamkan Api
Melihat api berpotensi meluas akibat kondisi angin, personel Polsek Samboja bersama warga sekitar langsung melakukan pemadaman secara manual di sejumlah titik kebakaran.
Berkat kerja sama tersebut, kobaran api berhasil dilokalisasi sebelum merambat ke kawasan perkebunan maupun permukiman warga.
"Alhamdulillah, berkat sinergi petugas dan masyarakat, titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Situasi di lokasi saat ini aman dan kondusif," ujarnya.
Polsek Samboja mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.
Kepolisian juga memastikan pemantauan hotspot berbasis Aplikasi Lembuswana akan terus dioptimalkan melalui patroli rutin dan verifikasi lapangan guna mempercepat penanganan potensi karhutla di wilayah hukum Polsek Samboja.



