PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ancaman ISPA Mengintai akibat Karhutla, Pemkab Kutai Barat Liburkan Sekolah

Home Berita Ancaman Ispa Mengintai Ak ...

Ancaman ISPA Mengintai akibat Karhutla, Pemkab Kutai Barat Liburkan Sekolah
Potret kabut asap karhutla yang menyelimuti langit Kutai Barat, Rabu (26/8/2026). Pemkab Kubar memutuskan memberlakukan BDR mulai 27 Agustus hingga 2 September 2026. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengambil langkah darurat dengan menghentikan aktivitas belajar tatap muka dan beralih ke metode Belajar dari Rumah (BDR) mulai 27 Agustus hingga 2 September 2026.

Langkah tegas ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kutai Barat Nomor 300.2/3753/BPBD-TU.P/VIII/2026 tentang Kesiapsiagaan terhadap Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla. Lonjakan ratusan titik panas tersebut terdeteksi sepanjang periode 1 hingga 26 Agustus 2026.

Berdasarkan data per 26 Agustus 2026, terdapat 801 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kutai Barat. Situasi ini memicu buruknya kualitas udara hingga melampaui ambang batas aman.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, membeberkan lima kecamatan penyumbang hotspot terbanyak, yakni Muara Pahu dengan 213 titik, Bongan 113 titik, Jempang 105 titik, Damai 93 titik, serta Penyinggahan 80 titik.

“Sebanyak 801 titik dengan lima besar kecamatan hotspot tertinggi adalah Kecamatan Muara Pahu, Bongan, Jempang, Damai, dan Penyinggahan,” terang Frederick Edwin dalam dokumen edaran tersebut.

Kualitas Udara Tembus Ambang Batas Aman

Ancaman kesehatan kini membayang-bayangi warga. Hasil pengujian kualitas udara dalam ruangan untuk parameter PM2,5 dan PM10 mengonfirmasi kadar pencemaran telah menembus batas aman. Paparan racun asap ini sangat mengancam keselamatan kelompok rentan, mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga warga yang memiliki riwayat sensitivitas organ pernapasan.

Deretan penyakit mematikan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, iritasi mata dan tenggorokan, hingga gangguan jantung berpotensi melonjak drastis jika pemaparan terus dibiarkan.

“Sehingga diperlukan langkah nyata untuk kesiapsiagaan terhadap dampak karhutla,” tegas Frederick.

Guna menjamin pemenuhan gizi anak selama masa penutupan sekolah, Pemkab Kutai Barat memastikan program pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bergulir melalui skema koordinasi ketat antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama.

Minta Warga Gunakan Masker

Di samping memberlakukan BDR, Pemkab mengimbau warga memperketat barisan pertahanan mandiri. Masyarakat diminta disiplin mengenakan masker saat keluar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Warga yang merasakan gangguan kesehatan diinstruksikan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Frederick juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak terkecoh oleh guyuran hujan yang sempat membasahi Kutai Barat pada 24–26 Agustus 2026. Ia menegaskan, presipitasi tersebut murni merupakan hasil rekayasa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), bukan fenomena alamiah.

“Peristiwa terjadinya hujan pada masa-masa ini merupakan hasil rekayasa, dan bukan kondisi alamiah,” jelasnya.

Mengingat pola kekeringan kian tak menentu imbas ancaman El Niño, Pemkab Kutai Barat menginstruksikan para pemilik lahan, pengelola perkebunan, hingga aparat kecamatan, kelurahan, RT, dan tokoh agama untuk bersinergi aktif.

Seluruh elemen masyarakat diminta meningkatkan patroli pemantauan titik api serta memadamkan sumber kebakaran sedini mungkin sebelum meluas.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :