PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pertamina Bantah Kurangi Kuota Pertalite, Antrean BBM Bontang Mulai Terurai

Home Berita Pertamina Bantah Kurangi ...

Setelah sepekan antrean Pertalite mengular hingga kendaraan bermalam di SPBU, Pertamina memastikan kuota BBM subsidi untuk Kota Bontang tidak berkurang. Pasokan bahkan ditambah di sejumlah SPBU untuk mempercepat pemulihan distribusi.


Pertamina Bantah Kurangi Kuota Pertalite, Antrean BBM Bontang Mulai Terurai
ILUSTRASI antrean BBM di salah satu SPBU Bontang. Foto: Dok.Ekspos

EKSPOSKALTIM, Bontang – Pertamina Patra Niaga membantah isu pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Kota Bontang yang belakangan disebut menjadi penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.

Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus Prabowo, menegaskan penyaluran Pertalite tetap mengacu pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah dan tidak mengalami pengurangan.

Menurut dia, kuota Pertalite untuk Kota Bontang berada di kisaran 2.002 kiloliter (KL) per bulan. Bahkan pada Juli lalu realisasi penyaluran mencapai sekitar 2.040 KL atau melampaui kuota bulanan yang tersedia.

“Kalau dilihat realisasi penyalurannya, bulan Juli saja sudah sekitar 2.040 KL. Jadi bukan karena kuotanya dikurangi,” kata Hermawan, Senin (31/8).

Setiap SPBU memiliki alokasi tersendiri berdasarkan nomor lembaga penyalur. Karena itu, permintaan tambahan pasokan tidak bisa serta-merta dipenuhi karena berpotensi mengganggu ketersediaan stok pada akhir tahun atau saat kebutuhan masyarakat meningkat.

“Kalau sekarang diberikan berlebihan, khawatirnya nanti menjelang akhir tahun atau hari-hari besar kuotanya habis lebih dulu dan SPBU tidak bisa lagi menjual Pertalite,” ujarnya.

Hermawan mengakui antrean panjang yang terjadi selama beberapa hari terakhir salah satunya dipicu penghentian sementara pasokan Pertalite ke SPBU Tanjung Laut akibat sanksi administrasi terkait pelanggaran penyaluran BBM subsidi.

Meski demikian, penghentian pasokan tersebut tidak membuat kuota Pertalite Bontang berkurang. Pertamina mengalihkan distribusi ke SPBU lain agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani.

“Pasokan yang tidak masuk ke Tanjung Laut kami alihkan ke SPBU Akawi dan SPBU Koperasi. Jadi kuotanya tetap ada dan sekarang distribusi ke Tanjung Laut juga sudah kembali normal,” jelasnya.

Seiring normalisasi distribusi, kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai menunjukkan perbaikan. Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan kepadatan kendaraan yang sempat terjadi selama hampir sepekan kini mulai berangsur terurai.

“Dua hari terakhir antrean sudah jauh lebih baik. Tidak lagi berhenti lama seperti sebelumnya,” kata Rustam, Selasa (1/9/2026).

Ia menilai salah satu faktor yang membantu mengurangi antrean adalah kembali beroperasinya distribusi Pertalite ke SPBU Tanjung Laut setelah masa sanksi berakhir.

Perwakilan SPBU Koperasi PKT, Jufri, mengungkapkan pihaknya menerima tambahan pasokan dari Pertamina selama beberapa hari terakhir. Jika biasanya hanya memperoleh sekitar 16 KL per hari, kini pasokan meningkat menjadi 24 KL.

“Semenjak antrean mengular kami menerima 24 KL,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Tanjung Laut. Setelah pasokan kembali dibuka, SPBU tersebut memperoleh distribusi penuh sebanyak 16 KL setiap hari dengan jadwal pengiriman yang lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Biasanya bergantian antara 8 KL dan 16 KL. Sekarang langsung 16 KL dan pengirimannya juga lebih cepat,” kata salah seorang petugas SPBU.

Hermawan menegaskan tambahan distribusi tersebut merupakan langkah sementara untuk mempercepat pemulihan pasokan dan mengurangi antrean kendaraan di lapangan.

Bahkan, sanksi penghentian distribusi yang semula direncanakan berlangsung selama 14 hari dipercepat menjadi sekitar satu pekan setelah melihat dampaknya terhadap masyarakat.

“Melihat kondisi di lapangan, distribusi kembali dibuka dan pasokan ditambah sampai 16 KL hingga 24 KL di beberapa SPBU untuk membantu mengurai antrean,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :