PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Uji Teknis Rampung, Operasional Terowongan Samarinda Kini Menanti Rekomendasi Tim Ahli

Home Berita Uji Teknis Rampung, Opera ...

Uji Teknis Rampung, Operasional Terowongan Samarinda Kini Menanti Rekomendasi Tim Ahli
Kondisi fisik proyek strategis Terowongan Samarinda yang telah menuntaskan rangkaian uji teknis. Pemkot Samarinda kini tengah menunggu hasil penilaian dan rekomendasi dari tim ahli sebelum terowongan resmi dioperasikan untuk mengurai kemacetan lalu lintas. (Foto: Sintya)

EKSPOSKALTIM , Samarinda – Terowongan Samarinda kini memasuki tahap penentuan setelah rangkaian uji teknis dilakukan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan tahapan pemeriksaan telah berjalan, sementara seluruh catatan dari tim pendahuluan disebut telah ditindaklanjuti.

Kendati demikian, terowongan belum dapat langsung difungsikan karena masih menunggu hasil penilaian dan rekomendasi tim ahli.

Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan, proses kelayakan dilakukan secara bertahap.

Tim pendahuluan sebelumnya telah berada di Samarinda selama sekitar dua pekan untuk melakukan pemeriksaan teknis dan meminta sejumlah data yang diperlukan.

“Untuk uji kelayakan sudah dilakukan. Uji teknis tim sudah turun, dari tim pendahuluan kemarin ada dua minggu ada di Samarinda,” ujar Neneng baru-baru ini.

Setelah pemeriksaan tersebut, proses kini masuk ke tahap penilaian tim ahli. Pembahasan dilakukan melalui rapat secara langsung maupun daring, dengan jadwal yang masih dikomunikasikan bersama tim terkait.

“Sejauh ini masih dalam tahap penilaian. Tapi semua saran dan masukan dari tim pendahuluan sudah memenuhi semua,” katanya.

Terowongan Samarinda sendiri merupakan proyek strategis Pemkot Samarinda yang pembangunannya dirancang untuk membuka akses baru sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di kawasan Gunung Manggah-Selili Kecamatan Samarinda Ilir.

Proyek ini mulai dikerjakan setelah peletakan batu pertama pada awal tahun 2023 dan sejak awal ditargetkan selesai pada tahun 2025.

Namun, perjalanan proyek tidak sepenuhnya sesuai rencana. Persoalan longsor di kawasan inlet membuat pekerjaan harus mendapat penanganan tambahan, termasuk perpanjangan struktur terowongan pada sisi inlet dan outlet.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, dilakukan penambahan struktur di sisi inlet mencapai sekitar 72 meter dan sisi outlet sekitar 54 meter.

Dengan demikian, total penambahan struktur mencapai sekitar 126 meter atau terdapat tambahan sekitar 56 meter dibandingkan desain awal.

Dinamika tersebut juga berpengaruh terhadap kebutuhan anggaran. Kontraktor sebelumnya mengusulkan pekerjaan penataan kembali atau penilaian ulang lereng di bagian atas inlet dengan perkiraan sekitar Rp90 miliar.

Angka tersebut muncul setelah sebelumnya terdapat tambahan anggaran sekitar Rp32 miliar untuk penguatan struktur melalui perpanjangan bagian inlet dan outlet.

Di tengah besarnya nilai proyek dan tambahan pekerjaan tersebut, persoalan berikutnya justru berada pada tahap kelayakan dan perizinan.

Pemkot tidak dapat membuka terowongan untuk umum hanya berdasarkan selesainya pekerjaan fisik.

Sebelumnya, Pemkot menjelaskan proses pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) harus mengikuti mekanisme baru yang berlaku sejak 31 Desember 2025.

Selain pengujian teknis, terdapat dokumen tambahan yang harus dipenuhi sebelum proses tersebut dapat diselesaikan.

Neneng menegaskan, Pemkot tetap mempertahankan target agar terowongan dapat beroperasi sebelum akhir tahun 2026. Namun, kepastian waktunya belum dapat diberikan karena rekomendasi berada di tangan tim ahli.

“Kita optimis, tapi ada penilaian khusus dari tim ahli jadi kita menunggu rekomendasi dari tim. Sejauh ini apa yang ditanyakan itu sudah terkonfirmasi, bisa kita jawab,” ujarnya.

Menurut Neneng, sejauh ini tidak ada kendala yang dinilai menghambat secara substantif. Pemkot masih berkomunikasi dengan tim ahli terkait jadwal penyampaian hasil penilaian.

“Ini masih kita komunikasikan dengan tim ahlinya, karena itu tim khusus, dan mungkin tidak hanya Samarinda saja yang sedang diteliti, jadi ini hanya terkait sinkronisasi jadwal,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan sinyal positif dari proses yang berjalan di tingkat kementerian. “Insyaallah. Sejauh ini tidak ada (kendala),” tutup Neneng.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :