EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pihak Basarnas Kaltim-Kaltara mengaku kesulitan dalam proses identifikasi penumpang kapal yang kandas akibat diterjang ombak di sekitar perairan Tawau-Nunukan, tiga hari lalu.
Sebab kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Mujiono melalui Kasie Ops Octavianto, Speed Boat yang dikemudikan warga Malaysia bernama Anshar itu tak memiliki daftar identitas penumpang.
"Hasil koordinasi kami dengan Perwakilan RI di Malaysia kapal ini berlayar tidak sebagaimana semestinya," terang Octavianto.
Akibatnya hingga mendengar kesaksian dari korban yang selamat, pihak Basarnas tidak dapat memastikan jumlah pasti penumpang kapal tersebut.
Octa mengatakan dari penelusuran pihaknya memang tidak ditemui satupun berkas terkait identitas maupun daftar manifest resmi dari pemilik kapal ataupun agensi kapal yang berada di Malaysia.
"Pihak berwajib (Polisi Daerah Tawau, Red) di Malaysia yang melakukan penelusuran itu," terang Octa sapaan akrabnya.
Meski demikian merunut prosedur dasar operasi pencarian, lanjut Octa, identifikasi korban dapat dilakukan salah satunya dengan m meminta kesaksian korban yang selamat.
"Namun data yang paling baik biasanya adalah manifest resmi dari Agensi atau pihak yg berwenang mengenai pelayaran di Malaysia. Namun sampai saat ini kami belum jg dapatkan," terangnya.
Selain itu kepada EKSPOSKaltim, Octavianto juga menyampaikan hasil koordinasi dengan pihak Malaysia mengenai klarifikasi mengenai total jumlah korban yang berhasil ditemukan sampai sejauh ini.
Diketahui sejauh operasi pencarian hari ketiga dilakukan tim SAR gabungan Indonesia-Malaysia baru menemukan sembilan orang korban.
"Bukan 10 orang seperti yang kami informasikan sebelumnya. Jadi total korban yang masih dalam pencarian berjumlah 6 ," ujar Octa.
Sebelumnya dua korban dalam keadaan meninggal dunia ditemukan oleh SAR Malaysia. Enam korban ditemukan oleh SAR Indonesia.
Dan yang baru terupdate pihak SAR Malaysia kembali menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki terapung pada pukul 17.48 Wita, Jumat (9/2) di sekitar perairan Laut Batu 4 Tawau.
Jenazah saat ini telah dibawa ke Hospital Tawau

