EKSPOSKALTIM, Bontang – Rekonstruksi Pembunuhan Navita (3), bocah malang yang tewas di tangan ayah tirinya sendiri bernama Fardi Sali alias Ardi (20) akan digelar Selasa (23/5) esok di Mapolres Bontang, Jalan Bhayangkara Gunung Elai, Bontang Utara, Kota Bontang.
Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn didampingi Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan mengatakan, rekonstruksi sengaja tak digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang letaknya terbilang cukup jauh.
Penganiayaan sekaligus pembunuhan sendiri diduga terjadi di Jalan Poros Kukar-Kubar. Sedangkan TKP pembuangan jasad, yakni di Desa Perengat, Kecamatan Marangkayu, Kukar yang diketahui berjarak sekira 40 kilometer dari Bontang.
“Akan dilaksanakan di lapangan voli yang berada di belakang kantor kami, kalau di TKP karena jauh kurang memungkinkan tim melakukan rekonstruksi di sana,” jelas perwira berpangkat balok dua ini.
Detail rekonstruksi, Nixon sedikit membeberkan, akan ada sebanyak 30 adegan. “Banyaknya adegan yang kami rencanakan mengacu dari hasil visum jasad korban yang ditemukan banyak luka memar, “ jelas Nixon.
Penyidik, kata Nixon, akan menghadirkan para saksi yang telah diperiksa sejauh ini. Termasuk saksi kunci yang mengetahui pembunuhan ini, yaitu, istri tersangka sekaligus ibu kandung korban, Reni Candra Anita (20).
Selain itu, Ketua RT 17 Kelurahan Tanjung Laut dan Bhabinkamtibmas Aipda Mulyo sebagai pelapor kasus ini dijadwalkan turut hadir. Reka adegan sendiri digelar untuk menyinkronkan antara keterangan tersangka dengan para saksi yang diperiksa.
Nixon menambahkan sebanyak 10 anggota dari Satuan Sabhara Polres Bontang diminta untuk mengawal secara khusus sepanjang jalannya reka ulang. Penasehat hukum negara serta Tim Pidana Umum (Pidum) dari Kejari Bontang, juga sudah akan dijadwalkan hadir.
Sekadar diketahui, perbuatan Ardi benar-benar biadab. Tanpa rasa iba, pria 20 tahun ini menghajar tubuh mungil Navita Sabtu (29/4) jam 4 dini hari silam, saat Fardi mendapat tugas untuk mengantar pupuk ke Kutai Barat (Kubar). Fardi mengajak, Reni beserta korban.
Tindak kekerasan fisik bermula pada saat tersangka merasa kesal. Sang istri dianggap lebih perhatian kepada sang anak daripada dirinya. Singkat cerita Navita pun tewas di tangan Ardi.
“Istrinya hanya diam diatas mobil tanpa bisa melakukan apa pun, karena takut dimarahi tersangka,” tambah Nixon. ia juga mengatakan Navita sendiri merupakan anak hasil pernikahan Reni Candra Anita (20) ayah kandung korban bernama Fiky.
“Keduanya menikah secara sirih dan berpisah sejak sejak medio 2015 silam,” jelas dia kepada Ekspos Kaltim.
Sejak itu pula Fiky memilih pulang ke kampung halamannya di Gunung Tator Desa Telemow, Penajam Paser Utara. Sementara Ardi dan Reni menikah November 2016 lalu.

