EKSPOSKALTIM, Balikpapan- Krisis air bersih nampaknya tidak akan terjadi lagi di Balikpapan. Karena sumber air baku permukaan bertambah seiring mulai digenanginya Bendungan Teritip, Senin (31/7) siang.
Impounding atau pengisian awal bendungan yang dibangun sejak 2014 lalu itu dipimpin Dirjen SDA Kementerian PUPR Imam Santoso didampingi Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Ditjen SDA Kementerian PUPR Arief Rachman dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.
Bendungan Teritip merupakan bagian dari 65 bendungan yang ditarget dibangun selama lima tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Sejak 2014 hingga sekarang, tujuh bendungan telah dibangun pemerintah, yaitu Waduk Jatigede di Jawa Barat, Bajulmati di Jawa Timur, Nipah di Madura, Payaseunara dan Rajui di Aceh, serta Bendungan Teritip di Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Bendungan Teritip telah memperoleh sertifikat dari Komisi Keamanan Bendungan sehingga sudah layak untuk dilakukan pengisian airnya. Target kita dapat bendungan ini beroperasi pada tahun ini juga,” kata Imam Santoso.
Pasokan air bersih di Kota Balikpapan akan bertambah 250 liter/detik mengingat sebelumnya cadangan air bersih Kota Minyak hanya bergantung pada Bendungan Manggar dengan pasokan 1.000 liter/detik. Kehadiran Bendungan Teritip diharapkan mampu mengurangi beban kebutuhan air baku Balikpapan sebesar 1600 liter/detik.
Bendungan Teritip diketahui memiliki luas genangan 94,80 hektar dengan kapasitas 2,43 juta meter kubik dengan tanah setinggi 10,5 meter dan panjang 650 meter serta bangunan pelimpah sepanjang 20 meter. Biaya pembangunan bendungan ini mencapai Rp 261,55 miliar.
Guna mendukung pemanfaatan bendungan tersebut pada tahun ini juga sedang dilaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip di atas lahan seluas 5 hektar yang akan rampung pada tahun 2018.
Selain dari Bendungan Teritip sebesar 250 liter/detik, air baku bagi IPA Teritip juga akan dipasok dari Embung Aji Raden sebesar 150 liter/detik.
Kepala BWS Kalimantan III Arief Rachman mengatakan, selain sebagai sumber air baku, Bendungan Teritip bisa diandalkan saat musim kemarau tiba. Sementara saat musim hujan, Bendungan Teritip difungsikan sebagai waduk tadah hujan dan pengendali banjir.
Kegunaan lai, kata dia, Bendungan Teritip juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata dengan ruang terbuka hijau yang sudah disiapkan sejak awal pembangunan.
"Untuk potensi pariwisata kami akan koordinasi dengan pemerintah kota. Meski demikian, bendungan ini tidak boleh ada keramba karena bisa mencemari kualitas air baku," ujar Arief.

