EKSPOSKALTIM, Kutim - Aksi menggalang dukungan Sangkulirang Rock Art atau tapak tangan di gua Karst Sangkulirang, menjadi salah satu nominasi penerima Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 terus digencarkan.
Dipusatkan di simpang tiga lampu merah Jalan Pendidikan, Sangatta, kampanye bersama masyarakat etnis dan komunitas se-Kutai Timur digelar sejak pukul 11.00. Aksi masih berlangsung hingga kini dan akan digelar sampai pukul 16.00 sore, Rabu (2/8).
Puluhan orang dari mereka mengenakan pakaian adat bermacam suku untuk menarik perhatian masyarakat. Beberapa di antaranya tampak menghampiri masyarakat guna mensosialisasikan Sangkulirang Rocks Arts sekaligus menggalang donasi. Beberapa jenis kesenian daerah turut ditampilkan guna meramaikan suasana.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Kutai Timur Rustam Effendi Lubis mengatakan, aksi turun ke jalan terbilang cukup efektif. “Seluruh dana yang terhimpun akan digunakan untuk mengirim sms ke API menambah dukungan,” jelasnya kepada Ekspos Kaltim.
“Ini merupakan aksi untuk mendukung Sangkulirang Rock Arts menjadi situ sejarah terpopuler. Jika terpilih ini dapat menjadi tolak ukur untuk destinasi wisata lain di Sangatta,” jelas Lubis, yang merupakan ketua panitia kegiatan ini.
“Kutim memiliki keunggulan potensi wisata yang perlu digalakkan, ayo kita dukung dengan salam lima jari,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui lukisan tapak tangan purbakala itu masuk dalam nominasi kategori situs sejarah terpopuler.
Pantauan Ekspos Kaltim, Sangkulirang Rock Art yang bersaing dengan sembilan situs sejarah di penjuru Indonesia bertengger di peringkat pertama dalam raihan polling sms sebesar 31 persen.
Unggul tipis atas Istana Siak Sri Indrapura di Siak dengan 29 persen, dan Situs Gunung Panjang di Cianjur dengan 10 persen.
Sementara itu situs bersejarah lainnya seperti Pulau SumSum di Morotai, Petilasan Kraton Pajang di Kota Solo, Istana Maimun di Medan, Komplek Muara Jambi,
Museum Jong 45 di Jakarta, Rumah Betang Tumbang Gagu di Kotawaringin Timur masih dengan rata rata 5 persen.
Diketahui paguyuban yang terlibat dalam kegiatan ini: Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Ikatan Keluarga Jawa (IKJ), Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara, Ikatan Keluarga Minang Carano, Gorontalo, dan Barru.
Mereka dikoodinir langsung oleh kepala adat besar Kutai Timur bersama beragam komunitas, Pemuda Peduli Potensi Wisata (Peta), Kumput, Orkes Bambu Laras, Asosiasi Travel Sangatta, Kesenian Mamanda.
Lubis juga menambahkan dukungan bisa dilakukan melalui mengirimkan pesan singkat dengan kode dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017.


