EKSPOSKALTIM, Bontang - Raungan mesin ketinting perahu terdengar jelas dari tepi kampung atas air di Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (18/8) pukul 16.00.
Empat perahu ketinting milik nelayan bersiap di garis start, hendak beradu kecepatan di lintasan sepanjang satu mil ke arah laut.
Bontang Race Laut 2017 resmi dibuka oleh Wali Kota Neni Moerniaeni bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bontang di panggung adat.
Neni mengatakan kegiatan ini rutin diselenggarakan sejak lima tahun belakangan. "Sebagai rangkaian dari HUT Kemerdekaan RI ke-72. Ini budaya maritim yang harus terus dilestarikan," jelas perempuan berjilbab itu.
Bontang Kuala dipilih, menurut Neni, karena keunggulan potensi wisata yang dimiliki di kawasan yang sesak akan hijaunya hutan bakau tersebut.
"Selain mangrove, hasil olahan laut yang kreatif dari UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di sini kan juga banyak," sambungnya.
Kegiatan ini, sambung Neni, sebagai momentum kebangkitan dan pengembangan wisata di Bontang. Saat ini Bontang sendiri sedang bersiap diri menuju pelaksanaan Erau Pelas Benua, September mendatang.
"Di setiap kegiatan wisata kami coba mengangkat tema kemaritiman, karena Bontang inikan daerah maritim," sambung Neni.
Sementara di garis start Bontang Race Laut, total sebanyak 16 perahu ketinting yang ikut perlombaan. Terbagi atas dua kategori, yakni ketinting bermesin 13 pk dan kapal mesin diesel (dompeng) 24 pk.
Total delapan tim ketinting melangkah ke semifinal yang digelar pada esok hari. Pada pelaksanaan hari pertama cuaca dan gelombang laut cukup bersahabat.
Ratusan warga lokal berbondong-bondong datang untuk menyaksikan. Rencananya kegiatan ini akan digelar hingga dua hari ke depan.
Ketua Panitia Bontang Race Laut 2017 Said Ahmadiana mengatakan kegiatan ini berhasil digelar berkat kerja sama PT Pupuk Kaltim, Badak LNG, Kaltim Daya Mandiri, PT KNI, PT KPI, PT RAY, dan Gunung Sari Diesel. (Adv)

