EKSPOSKALTIM, Samarinda - Meskipun keterlibatan perempuan dalam berpolitik dinilai cukup baik baik kualitas dan kuantitas, nampaknya hal tersebut masih kurang memenuhi target.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 12/2003 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD, mensyaratkan partai politik peserta pemilu memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam mengajukan calon anggota.
Hal tersebut menjadi perhatian anggota Komisi I Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM DRPD Kaltim, Siti Qomariah.
Ia mengatakan pemilu 2019 mendatang diharapkan keterlibatan perempuan dalam berpolitik mampu mencapai 30 persen seperti yang diamanatkan UU tersebut.
"Mengingat pada Pemilu 2014 lalu hanya mampu menghasilkan keterwakilan perempuan 17,32 persen di DPR, sedangkan di DPD 26,51 persen, dan rata-rata 16,14 persen di DPRD provinsi, serta 14 persen di DPRD kabupaten/kota," katanya melalui sambungan seluler, Rabu.
Saat ini, kata dia, jumlah perempuan yang tercatat menjadi anggota DPRD di kabupaten/kota hingga provinsi di Kaltim ada 53 orang.
Perkembangan jumlah tersebut dinilai sudah cukup bagus meskipun dari sisi presentase dianggap masih kurang mencapai 30 persen.
Pun demikian, jika dilihat dari segi kualitas, perempuan Kaltim yang terjun ke panggung politik juga dinilai cukup baik olehnya. terbukti dengan kinerja yang ditunjukkan selama menjadi anggota DPRD Kaltim, seperti Masita Assegaf, Sandra Puspita Dewi, Veridiana Huraq Wang, dan beberapa perempuan lainnya.
Bahkan, ia menyebutkan di Kaltim ada dua perempuan hebat yang terjun dalam dunia politik yang saat ini bahkan menjadi kepala daerah, yakni Rita Widyasari yang menjadi Bupati Kutai Kartanegara dan Neni Moernaeni sebagai Wali Kota Bontang.
Ia mengingatkan kepada seluruh perempuan di Kaltim, hal penting lain yang diatur agar perempuan lebih kuat kiprahnya dalam parlemen, maka muncul ketentuan tentang daftar bakal calon anggota legislatif paling sedikit 30 persen atau setiap tiga calon harus ada satu calon perempuan.
"Ini berarti UU sudah memberikan keleluasaan bagi kaum 'Kartini' untuk berperan aktif dalam politik, maka saya ajak semua perempuan jangan ragu terjun ke panggung politik. Mari kita buktikan sama-sama bahwa perempuan juga tidak kalah dengan laki-laki dalam kancah politik," ujarnya.
Sedangkan, untuk perempuan yang kini telah berperan aktif dalam politik ia berpesan untuk terus belajar dari lingkungan sekitar dan terus meningkatkan kapasitas diri. sebab ilmu terus berkembang sesuai dengan zamannya, sehingga terus belajar dan meningkatkan kualitas diri merupakan kewajiban. (adv)


.jpg)