PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

DPRD Kaltim Buka Suara Soal Aksi Pembantaian Etnis Rohingya di Myanmar

Home Berita Dprd Kaltim Buka Suara So ...

DPRD Kaltim Buka Suara Soal Aksi Pembantaian Etnis Rohingya di Myanmar
Ilustrasi

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kekerasan yang terjadi kepada etnis muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar  mengundang  banyak empati dan kecaman dari berbagai belahan negara di dunia. 
 
Indonesia adalah negara yang paling tegas mengecam tindak Genosida (penghilangan nyawa secara brutal) tersebut. Termasuk Kalimantan Timur (Kaltim).
 
Suara kecaman disampaikan anggota DPRD Kaltim Siti Qomariyah mengatakan, aksi krisis kemanusiaan terhadap etnis muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar, sudah kelewat batas. 
 
Pasalnya, tidak hanya menimbulkan kerugian material, bahkan para korban sampai kehilangan keluarga dan nyawa.
 
 
"Kekerasan ini sudah kelewat batas kemanusiaan," kata politikus wanita, yang biasa disapa Qomay, belum lama ini.
 
 
Ia sangat berharap, kekerasan kemanusiaan atas etnis Rohingya segera dihentikan. Sebab, tindak penghilangan nyawa manusia yang dilakukan secara brutal tidak dibenarkan dengan alasan apapun. 
 
"Apapun keputusan, motivasi atau dorongan yang memperbesar kekerasan, memperbesar tragedi, pasti sangat disesali dan harus kita lawan. Kita mendukung upaya-upaya perdamaian, upaya-upaya dialog yang saling menghormati,” tuturnya.
 
 
Selain itu, legislator asal Samarinda ini juga sangat mendukung aksi solidaritas yang dilakukan masyarakat Kaltim beberapa waktu lalu. 
 
Bahkan dirinya mendorong pemerintah Kaltim untuk ikut mengulurkan tangannya baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan atau materi.
"Konflik ini menyangkut masalah regional, ASEAN harus segera mengambil tindakan,” tegasnya.
 
 
Politisi PAN tersebut juga mengapresiasi langkah Presiden RI Joko Widodo dalam menyikapi krisis kemanusiaan atas etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar, dengan menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Kofi Annan.
 
 
Sekedar informasi, kekerasan mematikan terhadap etnis Rohingya semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam beberapa hari terakhir. Korban tewas terus meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya terus berlanjut, tercatat sekitar 150 lebih korban jiwa atas konflik tersebut termasuk anak-anak dan wanita dibunuh secara brutal. (adv)

Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :