EKSPOSKALTIM, Kutim - Pesta Adat Pelas Tanah ll dan Pesona Kutai Timur 2017 telah usai. Yang ditandai dengan prosesi Perebahan Rondong Ayu dan Belimbur menggunakan tepung.
Belimbur merupakan bagian dari ritual penutup Pesta Adat Pelas Tanah. Makna Belimbur sendiri merupakan pensucian, baik manusianya maupun lingkungannya. Yang diharapkan terhindar dari hal-hal buruk.
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mengapresiasi pelaksanaan Pesta Adat yang kedua ini. Serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan adat dan budaya kutai.
"Kalau bukan kita, siapa lagi," kata ismu saat prosesi perebahan rondong ayu di taman STQ Sangatta, Sabtu (28/10/2017).
Selain itu, ia juga mengajak agar mengembangkan, menjaga dan mempertahankan penggunaan bahasa kutai di sangatta. "Kalau perlu masuk dalam muatan lokal, mulai dari SD sampai SMA," ungkap dia, yang di sambut applause dari masyarakat sangatta yang mengikuti prosesi makan bebaki di taman STQ.
Sementara Kepala Adat Besar Kutai, Kutim Sayyid Abdal Nanang Al Hasani mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kutim, atas supportnya terhadap lembaga adat dalam pelaksanaan pesta adat yang kedua tersebut.
Tak lupa pula ia mengucapkan terimakasih kepada pihak PT KPC, sebagai sponsor utama dalam pelaksana pesta adat yang kedua ini. Serta seluruh paguyuban etnis dan komunitas, atas keterlibatan mereka untuk mengsukseskan pelaksanaan pesta adat.
"Suksesnya acara ini, merupakan hasil kerja keras kita semua," ujarnya.
Ia pun mengungkapkan harapannya untuk pelaksanaan pesta adat di tahun yang akan datang, agar jauh lebih baik dan meriah.
Usai Belimbur, seluruh paguyuban etnis yang tergabung dalam lembaga adat besar kutai, Kutai Timur langsung melakukan tari jepen. Yang di saksikan oleh kepala adat besar serta seluruh masyarakat yang mengikuti prosesi makan bebaki dan belimbur. <
VIDEO: Mengenal Tradisi Berladang Masyarakat Dayak Kenyah di Kutai Timur
ekspos tv

