EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rita Artaty Barito mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang sudah bekerja tanggap dalam menghadapi wabah difteri.
Diketahui, ada tiga wilayah di Kaltim yakni Kota Samarinda, Balikpapan dan Kutai Timur yang telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri sejak awal tahun 2018 ini.
Menurut politisi wanita Partai Golkar di Karang Paci (julukan DPRD Kaltim) ini, upaya Dinkes melalui program pencegahan dan penanggulangan sudah berjalan dengan baik. Misalnya, respon dengan melaksanakan vaksin massal hingga ke sekolah-sekolah.
Berita terkait: Waspada, Bagian Tubuh Ini Rentan Terserang Difteri
“Dari laporan mereka kami sangat mengapresiasi.Mereka dapat mengcover kabupaten kota yang terjangkit, dan telah menetapkan siaga KLB Difteri untuk memberikan kewaspadaan terhadap kabupaten/kota yang lain,” katanya, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinkes Kaltim di ruang rapat Komisi IV DPRD Kaltim, Selasa (6/2).
Dia pun berharap, agar KLB ini dapat berakhir. Baik pemprov maupun pemda, kata dia, harus menciptakan ketenangan di tengah masyarakat dan memberikan kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Agar kedepan ini tidak terulang kembali,” pesannya.
Di kesempatan yang sama, Rusman Yaqub, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim memberikan usulan kepada pemprov dan kabupaten kota yang telah menetapkan status KLB Difteri. Yakni, melokalisasi daerah-daerah yang telah ditemukan positif wabah difteri tersebut, sehingga tidak berdampak penularan terhadap daerah yang lain.
Selain itu, kata dia, pemda harus meningkatkan efektifitas peran posyandu yang sudah ada dan menambah agar dapat menjangkau seluruh wilayah di Kaltim.
Baca: Pemprov Tetapkan Kaltim Siaga Difteri
“Karena Posyandu ini kan tempat pertama setelah dirumah sebagai deteksi dini masyarakat. Dengan memaksimalkan pelayanan posyandu, pencegahan dan pendeteksian dini terhadap wabah difteri bisa lebih diminimalisir. Tak hanya kasus difteri tapi wabah penyakit yang lain,” bebernya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan yang diterimanya, bahwa sepanjang tahun 2017 tercatat 20 kasus terduga difteri (suspect) dengan satu diantaranya dinyatakan positif.
Di tahun ini, hingga pekan pertama bulan Februari, sudah ada 124 kasus suspect yang tersebar di 7 kabupaten kota di Kaltim. Dari jumlah tersebut, sudah 21 kasus terkonfirmasi positif.
Dari segi usia, ia menyebutkan, difteri ini tak hanya menyerang anak-anak, namun juga ditemukan menyerang usia dewasa 31 tahun.
“Alhamdulillah, belum ada kasus yang meninggal, jangan sampai. Kita himbau juga kepada masyarakat agar tidak ada kepanikan soal difteri ini,” sebutnya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv
VIDEO: Tanpa Dihadiri Ketua dan Bendahara, DPC Hanura Bontang Jalani Verifikasi Faktual
ekspos tv

