EKSPOSKALTIM, Bontang- Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 8 Maret. Puluhan perempuan yang tergabung di Srikandi Hanura (Gemura) yang bekerjasama dengan P2TP2A menggelar aksi turun ke jalan dengan membagi-bagikan Brosur diseputaran Ramayana, Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara. Selasa, (8/3/2016).
Dalam aksi ini turut pula salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Yanri Dasa. Dalam aksi yang mereka lakukan itu, bertujuan untuk mengingatkan kembali para perempuan di Bontang agar tidak takut melaporkan jika terjadi kaus Kekerasan Dalam Rumah Tanggga (KDRT) yang menimpa mereka atau kekerasan yang ada disekitarnya.
“Kami ingatkan kepada para perempuan agar tidak takut melaporkan KDRT yang terjadi, karena dalam UU telah diatur tentang hak perlindungan terhadap perempuan,” terangnya.
Lanjut dia, salah satu faktor pemicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga, biasanya karena faktor ekonomi yang sulit.
“kalau kondisi ekonomi dalam rumah tangga lagi susah karena suami tidak punya kerja, biasanya rawan pertengkaran yang berujung tindak kekerasan,” ujarnya
Selain itu dia berharap, dengan aksi yang mereka lakukan ini kedepannya, para suami atau lelaki sadar atas pentingnya melindungi kaum perempuan, dan Bontang menjadi daerah yang angka tindak KDRTnya bisa berkurang dan bahkan tidak ada lagi.
“harapannya, kami ingin Kota Bontang ini bebas KDRT baik itu KDRT yang dialami ibu rumah tangga, anak-anak, dan para perempuan diluar sana,” tutupnya.(*)

