EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Akses jalan menuju Bandara Samarinda Baru (BSB) atau Bandara APT Pranoto di Kota Samarinda, menjadi isu yang mengemuka saat Komisi III DPRD Kaltim bersama Dinas Perhubungan Kaltim dan Perwakilan Bandara APT Pranoto, melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung E DPRD Kaltim, Selasa (22/5).
RDP digelar menyusul persiapan soft opening Bandara APT Pranoto yang direncanakan pada 24 Mei 2018. Dijadwalkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikam secara langsung.
Dalam RDP tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim melakukan penjabaran terkait progres dan persiapan operasional Bandara APT Pranoto.
Baca: Menkeu: Defisit Turun Konsisten di Tiga Tahun Terakhir
Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandy mengatakan, secara keseluruhan pihaknya mengapresiasi langkah pemprov mewujudkan bandara APT Pranoto.
Hanya saja, kata dia, pihaknya menemukan masih ada kekurangan dari pelbagai hal. Yang cukup dikhawatirkan, yakni soal akses jalan menuju bandara yang berlokasi di Sei Siring tersebut. Dimana, Jalan DI Panjaitan adalah salah satu lokasi langganan banjir di Kota Tepian.
"Kemarin banjir lumpuh akses kesana. Pemerintah juga harus memikirkan akses jalan menuju bandara ketika banjir. Jangan hanya soft openingnya saja. Kondisi banjir ini yang ditakutkan menuju bandara. Belum lagi macet, yang akan menghambat menuju bandara. Ini harus dicarikan solusinya," imbuhnya.
Selain menyoroti akses yang kerap terjadi banjir, menurut Anggota Komisi III Veridiana Huraq Wang, Dinas Perhubungan sudah harus mempersiapkan rambu-rambu jalan menuju bandara, sehingga memudahkan masyarakat.
"Kan akses bandara menuju Samarinda-Bontang jalan lurus, itu harus diantisipasi terjadi kecelakan. Harus ada rambu-rambu dan marka jalan,"katanya.
Senada dengan Veri, Anggota Komisi III dari Fraksi PAN Baharuddin Demmu juga mempertanyakan soal kesiapan akses jalan.
"Bandara ini sangat viral di sosial media. Tapi sayangnya, banjir di jalan menuju kesana, juga viral. Harus ada solusi jangka pendek dan jangka panjang. Karena jangan sampai menghambat perjalanan warga yang mau manuju bandara," harapnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Kaltim Salman Lumoindong menjelaskan, pihaknya sudah memikirkan apa yang mejadi perhatian legislatif Karang Paci.
Baca: Kemenag Resmi Tetapkan Biaya Umrah Sebesar 20 juta
Ia mengaku, sudah berkoordinasi dengan Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum terkait peningkatan kualitas jalan DI Panjaitan. Khususnya, dari terminal Lempake hingga Bandara APT Pranoto, sejauh 14 kilometer.
"Di anggaran perubahan ini sudah akan diperbaiki, dari memperbaiki gorong-gorong, sampai melebarkannya. Ini jangka panjangnya. Karena jalan itu status jalan nasional," jelasnya.
Sementara itu untuk jangka pendek, pihaknya telah menyiapkan armada bus Damri untuk mengakomodir masyarakat menuju Bandara APT Pranoto.
Ia menambahkan, dalam soft opening Bandara APT Pranoto pada 24 Mei 2018 mendatang, bandara sudah dapat beroperasi. Dengan dibukanya bandara tersebut, kata dia, Bandara Temindung secara otomatis akan ditutup atau dipindah ke APT Pranoto.
"Dan setelah soft launching itu, pada 28 Mei sudah ada penerbangan keluar, seperti jakarta dan makassar," tandasnya. (adv)
Tonton video menarik di bawah ini:
VIDEO: Ucapan Ramadhan 1439 Hijriah oleh Kepala BPPD Kutim
ekspos tv

