PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Butuh Rp 7 Triliun Untuk Selesaikan Masalah Banjir di Kaltim

Home Berita Butuh Rp 7 Triliun Untuk ...

Butuh Rp 7 Triliun Untuk Selesaikan Masalah Banjir di Kaltim
Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Zairin Zain menyebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 6 hingga 7 triliun untuk menyelesaikan masalah banjir di Kaltim. Khususnya di Kota Samarinda, Balikpapan dan Kota Bontang hingga Kutai Kartanegara.

"Kami memerlukan Rp 6-7 triliun untuk penanganan banjir se-Kaltim," katanya, baru-baru ini.

Baca juga: Bankeu Pemprov untuk Parpol Tahun 2019 Sebesar Rp 1.200 per Suara

Pemprov, kata dia, telah membuat perencanaan penanganan banjir di kabupaten kota se Kaltim. Tahap awal, diakuinya, pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang penyelesaian banjir di tiga kota besar di Kaltim, yakni Kota Bontang, Balikpapan dan Samarinda.

Namun demikian, sambungnya, bukan berarti daerah lainnya nanti tidak mendapatkan perhatian dan mendapatkan anggaran penanganan banjir.

"Semua kabupaten/kota di Kaltim mendapatkan porsi masing-masing dalam bantuan penanganan banjir. Namun, khusus untuk Kota Samarinda, Balikpapan dan Bontang kita telah menandatangani MoU khusus untuk penanganan banjir," jelasnya.

Ia menjelaskan, ketiga kota tersebur diutamakan karena memiliki masalah yang komplek. Penyelesaian banjir di tiga kota itu pun memiliki strategi berbeda.

Balikpapan misalnya, yang memiliki topografi perbukitan dan berada di wilayah pinggir laut. Dengan kondisi tersebut, cakupan wilayah banjir di Kota Balikpapan kecil.

"Di sana ini menyelesaikan persoalan banjir di sekitaran daerah Sungai Ampal saja. Berbeda dengan di Samarinda ini, yang banjir ini merata ada di mana-mana dari hulu ke hilir. Sehingga penanganannya pun memiliki kesulitan tersendiri. Untuk biaya penanganan banjir di Samarinda pun berbeda dengan daerah lainnya," ucapnya.

Baca juga: Kemelut Pengawasan Tambang, Anggota Dewan Ini Desak Kadis ESDM Kaltim Mundur

Lebih jauh, Zairin menyinggung soal keperluan angggaran dari Rp 6-7 triliun tersebut. Menurutnya, akan dilihat daerah mana yang paling memerlukan dana paling besar. Seperti Kota Samarinda, kata dia, tentu akan diberikan anggaran lebih besar dari daerah lain.

"Tapi, sebelum diberikan ke Samarinda akan diinventarisir dulu seluruh kabupaten/kota di Kaltim, dan dibagi dulu dananya. Nah, sisanya itu diberikan ke Samarinda," pungkasnya.

Khusus di Samarinda, pihaknya akan melakukan penanganan Banjir dengan cara mengeruk Sungai Karang Mumus (SKM) dan sungai Simpang Masjid DI Panjaitan dalam waktu dekat.

"Tahun ini sedikitnya Rp 10 Miliar untuk mengeruk Karang Mumus," sebutnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan fokus pada normalisasi banjir di sekitar Jalan DI Panjaitan dan peninggian jalan. Proyek tersebut akan didorong untuk dianggarkan oleh pemerintah pusat melalui APBN. (*)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :