PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

4 Mahasiswa yang Ditangkap Jelang Demo di Kaltim Jadi Tahanan Kota

Home Berita 4 Mahasiswa Yang Ditangka ...

4 Mahasiswa yang Ditangkap Jelang Demo di Kaltim Jadi Tahanan Kota
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar didampingi Rektor Unmul Prof Abdunnur dan Waka Polresta Samarinda, saat konferensi pers di Samarinda, Jumat (5/9/2025). ANTARA/Ahmad Rifandi.

Samarinda, EKSPOSKALTIM – Empat mahasiswa Samarinda yang ditangkap karena kasus kepemilikan bom molotov akhirnya tidak lagi meringkuk di sel. Polresta Samarinda resmi mengabulkan penangguhan penahanan mereka dan menetapkan status tahanan kota.

“Permohonan penangguhan sudah kami kabulkan. Penahanan kami lakukan dengan mekanisme penangguhan,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat konferensi pers, Jumat.

Ia berdalih keputusan itu berdasar asas kemanfaatan. Para mahasiswa masih aktif kuliah, ada yang semester lima, tujuh, bahkan tengah menyelesaikan skripsi. Menurut Hendri, mereka butuh bimbingan kampus agar bisa menuntaskan kewajiban akademisnya.

Meski bebas dari jeruji, perkara hukum tetap berjalan. Polisi menggandeng pihak universitas untuk melakukan pembinaan. Para mahasiswa wajib kooperatif, rutin lapor, dan tidak boleh keluar kota.

“Kami harapkan ini jadi pembelajaran agar mereka lebih hati-hati menanggapi setiap ajakan yang bisa mengarah pada gangguan ketertiban umum,” tegas Hendri.

Sementara itu, tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda dan Ditreskrimum Polda Kaltim menangkap dua orang lain yang diduga aktor intelektual perakitan molotov. Keduanya, berinisial N dan L, dibekuk di perumahan kawasan Bukit Merdeka, Kecamatan Sambutan.

“Keduanya masih diperiksa intensif untuk mendalami peran dan keterlibatannya,” ujar Hendri.

Dari pihak kampus, Rektor Universitas Mulawarman Prof Abdunnur menyatakan, peristiwa ini jadi alarm serius. Ia menegaskan Unmul bukan sekadar tempat riset, tetapi pusat peradaban yang harus menyalurkan aspirasi secara intelektual dan bermanfaat bagi pembangunan daerah.

“Ini pembelajaran penting untuk memperkuat sinergi kampus dengan pemerintah dan aparat hukum, agar civitas akademika tidak mudah dipengaruhi pihak luar yang ingin mengganggu stabilitas,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :