EKSPOSKALTIM, Bontang – Ratusan pekerja lokal di lingkungan Vico Indonesia, Muara Badak, melakukan aksi damai di Gate 20 Vico Indonesia, Jumat (17/2) pagi.
Tidak berjalannya kesepakatan pada aksi 2015 lalu disebut menjadi pemicu aksi yang mengatasnamakan Forum Pekerja Muara Badak (FPMB) itu.
Paling sering terjadi adalah porsi tenaga kerja lokal yang tidak sesuai. Koordinator FPMB Samsul menyebut, tahun lalu masih terjadi kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tenaga lokal dan digantikan pekerja dari luar.
“Kalau memang harus ada pengurangan, jangan yang ber-KTP Kukar,” sebutnya.
Samsul menegaskan, sebelumnya Vico sudah menyepakati hal tersebut. Namun kenyataannya masih ada saja pekerja lokal yang di-PHK.Untuk itu, aksi kali ini sekaligus meminta komitmen Vico atas kesepakatan tersebut.
Tuntutan lain, jam kerja yang tidak sesuai aturan yang tertuang dalam Permenakertrans No 4 Tahun 2014 juga disampaikan. Menurut Samsul, ratusan pekerja dari berbagai kontraktor di Vico bekerja melebihi jam seharusnya.
"Semua kan sudah diatur. Harusnya diikuti dong. Kami juga mengimbau perusahaan untuk tidak memberi upah murah. Harus sesuai aturan," tegasnya.
Perwakilan salah satu kontraktor , PT Inconis melalui perwakilan manajemen Sartono mengatakan akan memfasilitasi pertemuan FPMB dengan manajemen PT Vico Indonesia beserta pihak terkait.
"Secepatnya akan kami fasilitasi pertemuannya," kata Sartono.

