EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Direktur utama biro perjalanan PT Warigalit Wisata, Akhmad Tauhid buka suara soal tersebarnya surat tagihan biaya perjalanan dinas DPRD Balikpapan di jejaring Facebook, Minggu (23/7) siang.
Akhmad mengaku bingung surat yang mestinya confidential itu menjadi konsumsi publik setelah akun Facebook Ari Ginanjar memposting surat yang ditujukan ke sekretaris DPRD Balikpapan tersebut.
Isi surat itu meminta DPRD Balikpapan menyelesaikan tunggakan biaya perjalanan dinas sebesar Rp 619.466.090.
Diketahui, para wakil rakyat menghabiskan anggaran Rp1.573.252.750 untuk biaya perjalanan dinas sepanjang 2016 lalu. Di surat itu juga dinyatakan DPRD Balikpapan baru membayar Rp 953.786.660.
“Itu bukan tipe saya. Saya bingung surat itu siapa yang upload. Karena saya sendiri yang antar surat itu ke sekwan, wali kota, dan kabid keuangan sekretariat DPRD dan BPKAD,” katanya.
.jpg)
Foto: Akun penyebar surat tagihan biaya perjalanan dinas DPRD Balikpapan di jejaring Facebook
Ketidaknyamanan ini, kata Akhmad, berujung pelaporan pemilik akun yang menyebarkan foto surat tersebut. “Sudah saya laporkan. Saya merasa terganggu dengan tersebarnya surat itu,” ulangnya.
Ia pun memberikan tenggat waktu oknum yang memposting foto surat tersebut untuk datang meminta maaf. “Akan saya maafkan dan saya akan cabut laporan. Dan saya gak akan menuntut. Kalau lewat 1x24 jam ya saya lanjutkan,” tegasnya.
Namun begitu, ia membenarkan isi surat tersebut. “Kalau namanya orang utang, ditagih ya wajar,” ujarnya. Seperti diketahui, kegaduhan sempat terjadi pada Rapat Paripurna DPRD Balikpapan 17 Juli lalu.
Anggota DPRD Balikpapan, Andi Walinono mengungkapkan adanya kebocoran anggaran Rp 2 miliar di DPRD Balikpapan.
Adanya postingan surat tagihan tersebut juga dikaitkan dengan pernyataan anggota dewan yang kerap disapa AW tersebut. “Tidak ada unsur politis, saya pengusaha hanya minta dibayar. Jangan sampe persoalan ini melebar,” ujar Akhmad Tauhid.

