EKSPOSKALTIM, Kutim- Inspeksi Mendadak (Sidak) oleh perwakilan Pemkab Kutim, Mugeni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta, Selasa (07/02) pagi tadi dimanfaatkan sebagai ajang keluh kesah oleh para dokter.
Direktur RSUD Kudungga Sangatta Anik Istiyandari dan para dokter menyampaikan kendala-kendala yang dialami di rumah sakit dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Salah satunya, Dokter Poli Saraf Zulmiyati. Dirinya menyampaikan keluhannya terkait kerusakan salah satu alat yang dimiliki, yaitu alat rekam otak atau Elektro Enselografi (EEG).
Diketahui dengan EEG, gambar dari rekaman aktifitas listrik di otak dipelajari. Termasuk teknik perekaman beserta interpretasinya.
"EEG sangat dibutuhkan disini. Banyak pasien harus mengunakan alat ini. Kasian jauh-jauh dari pedalaman sampai sini ternyata alatnya rusak dan harus di rujuk ke Samarinda," ungkap Zulmiyati.
Dikatakan olehnya, EEG rusak sejak awal 2016 silam. Mirisnya lagi, hingga saat ini belum ada pengusulan alat baru.
Kata Zulmiyati, wajar saja alatnya rusak karena faktor usia. EEG diketahui sudah digunakan selama kurang lebih 10 tahun.
Menanggapi keluhan tersebut, Mugeni, Asisten I Bidang Pemerintahan Umum dan Kesra, Pemkab Kutim meminta kepada Direktur RSUD untuk segera melakukan pengajuan alat.

