PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Anak Tidak Lulus Seleksi, Warga Ancam Tutup Sekolah

Home Berita Anak Tidak Lulus Seleksi, ...

Anak Tidak Lulus Seleksi, Warga Ancam Tutup Sekolah
Anggota DPRD Balikpapan Riri Saswita Diano mengaku siap memfasilitasi tuntutan warga saat mediasi yang berlangsung di lantai 2 Kantor Lurah Sumber Rejo, Senin (10/7). (Ekspos Kaltim/Benny).

EKSPOSKALTIM.COM, BalikpapanPenerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur bina lingkungan di SMPN 22 Balikpapan berujung protes. Sejumlah warga yang anaknya dinyatakan tidak lulus mendatangi sekolah, Senin (10/7) siang. 

Mereka memprotes keputusan sekolah dan menuntut kuota jalur bina lingkungan sebanyak 115 orang ditambah. 

“Ini tidak adil, masa dari kelurahan lain bisa diterima sementara kami yang tinggal di sekitar sekolah, anak kami tidak diterima,” keluh Yuli, salah satu orangtua calon siswa. 

Kekesalan warga pun membuncah dan mengancam akan menutup sekolah jika anak mereka tetap tidak diterima. 

“Kan lucu, warga Sumber Rejo justru tak punya kesempatan untuk bersekolah di lingkungannya sendiri,” kata Ketua RT 57, Yunet P. 

Ketua Panitia PPDB SMPN 22 Darman Nanau saat menerima para orangtua calon siswa mengaku hanya menjalankan aturan. Terkait protes orangtua calon siswa, ia menyebut tidak bisa melakukan apa-apa. 

“Kita bisa terkena sanksi kalau melebihi kuota yang ditetapkan. Dana bantuan operasional sekolah (BOS) dikurangi dan insentif ditahan ,” katanya. 

Sebelumnya, rombongan orangtua calon siswa ini lebih dulu mendatangi Kantor Lurah Sumber Rejo. Mereka mengadu kepada lurah dan sempat dimediasi bersama dengan anggota DPRD Balikpapan Riri Saswita Diano. 

Riri yang berasal dari Dapil Balikpapan Tengah yakin akan ada solusi bagi warga yang anaknya tidak lulus seleksi penerimaan. Ia juga maklum dengan keputusan panitia PPDB SMPN 22.

“Pasti akan kami upayakan walaupun mungkin tidak semua bisa diterima. Kami akan bantu komunikasikan dengan Dinas Pendidikan,” terangnya.

Tidak puas dengan penjelasan pihak sekolah, perwakilan warga berencana mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan untuk meminta kepastian terkait nasib anak mereka yang tidak diterima di SMPN 22 Balikpapan.

Sekadar diketahui, kuota peserta didik baru SMPN 22 sebanyak 195 yang terbagi menjadi 6 kelas. Rinciannya, jalur reguler 55 siswa, 115 siswa bina lingkungan, anak guru 4, prestasi 6, keluarga miskin 8 dan luar daerah 2 siswa.


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :