EKSPOSKALTIM, Bontang - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), berwenang dan bertanggung jawab dalam mengelola, membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan olahraga.
Selain itu, lembaga olahraga ini juga bertanggung jawab untuk meningkatkan prestasi disetiap cabang olahraga. Namun, untuk pembenahan dan pengembangan atlit tentunya tidak lepas dari anggaran yang diberikan.
Bendahara Umum KONI Bontang Muhammad Kusnadi mengungkapkan, anggaran yang masuk ke KONI diperuntukkan untuk beberapa item antara lain, item kejuaraan daerah, item kejuaraan Nasional, item perlengkapan dan pembinaan.
“Ketiga item itu kami usulkan dalam anggaran KONI selalu mencapai Rp 20 miliar keatas. Realisasinya karena terkena dengan Peraturan Walikota (Perwali), hanya bisa di bantu dengan Rp 5 milyar. Tetapi tahun ini Rp 5 milyar dianggarkan, hanya cair Rp 3 milyar. Jadi dengan anggaran sekecil itu, kami hanya gunakan untuk pembinaan kepada setiap cabang olahraga (cabor), dan jumlah cabor sebanyak 48," kata Kusnadi, saat di temui di kantor KONI, Jalan Ahmad Yani Ruko Halal Square Blok D, Kamis (21/7/2016) siang kemarin
Ia juga menambahkan, nantinya cabor yang akan mengeksekusi dan mengatur pendistribusian anggaran tersebut. “Jelasnya kami melakukan Peraturan Walikota, dan di larang untuk memberikan insentif, reward, dan honor. Sehingga anggaran yang Rp 3 miliar tadi di khususkan untuk kegiatan KONI dan pembinaan cabang olah raga saja,” paparnya kepada Eksposkaltim.
Kusnadi pun berharap kedepannya anggaran yang terealisasi lebih besar dari tahun ini. "Harapan kami kedepan terutama pada realisasi anggaran bisa di maksimalkan. Karena kebutuhan anggaran cabor tidak hanya untuk pembinaan saja, tetapi juga di peralatan dan kegiatan lain di luar daerah. Kalo bisa Perwali di rubah, atau kalo tidak bisa ya di revisi anggaran tersebut," pungkasnya.(*)

