EKSPOSKALTIM, Bontang – Kanker Payudara adalah keganasan pada sel–sel yang terdapat pada jaringan payudara. Bisa berasal dari komponen kelenjar (epitel saluran maupun lobulusnya), maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan lemak, pembuluh darah, dan persarafan jaringan payudara.
“Saat ini, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua akibat dari kanker pada wanita, setelah kanker leher mulut rahim, dan merupakan kanker yang paling banyak ditemui pada wanita,” kata Hanif, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit PT Badak NGL, saat di temui Eksposkaltim di ruang prakteknya, Kamis (21/7/16) pagi kemarin.
Hanif mengatakan, rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk di bagian dada penderita, bisa menjadi hal yang menakutkan bagi setiap wanita. “Seandainya anda mengalaminya, anda mungkin bertanya-tanya apakah nyeri ini merupakan pertanda awal kanker payudara. Ada baiknya agar anda mengenali tanda-tanda awalnya, karena deteksi dini kanker payudara dapat menyelamatkan hidup anda,” cetusnya.
Ia menambahkan, nyeri yang diderita si pasien serta benjolan di payudara, meskipun tidak selalu, tetap bisa menjadi tanda awal dari kanker payudara. “Anda patut lebih waspada jika rasa nyeri dan benjolan disertai oleh tanda lain dari kanker payudara,” tandas Hanif.
Ia juga mengungkapkan, sebagai seorang wanita harus mewaspadai jika mengalami tanda-tanda dari kanker payudara, seperti puting payudara menyusut, atau keluar cairan, salah satu payudara membesar, beberapa bagian dari payudara ada lesung kedepan, mungkin merupakan gejala.
“Ada beberapa yang mungkin bisa anda perhatikan pada kondisi payudara anda, dan jika mengalami kondisi seperti tekstur kulit payudara berubah menjadi seperti kulit jeruk, vagina terasa sakit, bobot badan berkurang padahal tidak melakukan diet, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, pembuluh darah yang terlihat pada payudara, segeralah memeriksakan diri ke Puskesmas atau langsung ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya
Dijelaskannya, terdapat beragam metode pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara, diantaranya Mamogram yakni menggunakan x-ray (Sinar-x) untuk mendapatkan gambaran payudara, sehingga bisa dibedakan antara jaringan payudara yang terkena kanker dan yang tidak.
Selanjutnya Metode Biopsi, yaitu menggunakan sampel dari sedikit jaringan payudara untuk diperiksa. Kemudian metode Ultrasonik, dengan menggunakan gelombang sinar ultrasonik untuk menggambarkan jaringan dari payudara. Dan Magnetic Resonance Imaging (MRI ).
“Metode yang bisa di lakukan antara lain seperti Mamogram, Biopsi, Ultrasonik dan MRI. Selain itu, biasanya MRI ini dilakukan bersamaan dengan tes lain, yang akan dilakukan oleh dokter dalam mendiagnosis kanker payudara,” ujarnya.
Menurutnya, deteksi dini dan pengobatan sejak awal tanda-tanda mulai dirasakan merupakan langkah terpenting yang menentukan masa depan.
“Bahkan, persentase kesembuhan kanker payudara tahap awal mencapai lebih dari 80 persen. Jadi sudah seharusnya Anda memeriksakan diri segera setelah merasa ada yang tidak beres dengan payudara Anda,” tungkas Hanif.

