EKSPOSKALTIM, Balikpapan- Sepanjang Juli kemarin, Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,52 persen, dengan laju inflasi year on year 3,26 persen.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menunjukkan kelompok tranportasi komunikasi dan jasa keuangan punya andil paling besar dengan persentase sebesar 3,14 persen.
Selain kelompok tersebut, Kepala BPS Kota Balikpapan Nur Wahid menyebut, kelompok bahan makanan dan makanan jadi juga menunjukkan penurunan indeks harga sepanjang Juli kemarin.
“Masing-masing terjadi penurunan indeks sebesar 0,52 persen dan 0,02 persen,” terangnya.
Dia melanjutkan, komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah angkutan udara yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 15,59 persen dan memberikan andil sebesar 0,69 persen.
Komoditi lain yang mengalami penurunan indeks harga adalah bayam yang mengalami penurunan indeks sebesar 25,3 persen dan memberikan andil 0,05 persen
“Kacang panjang juga mengalami penurunan indeks sebesar 9,25 persen dengan andil 0,04 persen,” kata dia.
Sementara, menurut kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga dari yang tertinggi masing–masing adalah kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 1,16 persen.
Kelompok kesehatan 0,17 persen, kelompok sandang 0,07 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,06 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen.
Sementara komoditi yang mengalami kenaikan indeks harga pada bulan ini yaitu tomat sayur yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 17,46 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,0855 persen.
Lebih lanjut Nur Wahid mengatakan, mobil juga mengalami kenaikan sebesar 2,49 persen dan dengan andil sebesar 0,07 persen terhadap inflasi.
“Sekolah Menengah Atas juga mengalami kenaikan 11,93 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,049 persen,” tutupnya.

