EKSPOSKALTIM, Kutim - Hari ke-empat pelaksanaan Acara Pesta Adat Pelas Tanah dan Pesona Budaya Kutim 2016 berlangsung meriah dengan pertandingan tradisional Behempas Bantal di Danau Folder, Jalan Dayung, Teluk Linggah, Sangatta Utara, Kamis (17/11) pagi tadi.
Dijelaskan oleh panitia lomba, Tio Tengo Ika, Behempas Bantal merupakan salah satu jenis olahraga tradisional Kutai yang masih eksis hingga sekarang. Olahraga ini diminati berbagai kalangan, baik pria maupun wanita.
"Saat ini dari data pendaftar yang masuk sudah sekitar 200 peserta, baik dari putra maupun putri, " ujarnya.
Aturan mainnya, dua petarung tangguh berhadapan dengan posisi duduk di atas sebatang kayu yang menjadi arena pertarungan. Kayu tersebut melintang sepanjang 3 meter dan tinggi kurang lebih 120 centimeter di atas area permainan. Senjata utama yang digunakan para petarung dadakan ini adalah bantal panjang seberat kurang lebih 1-2 kilogram.
Olahraga ini dimainkan satu lawan satu. Setiap pemain menggunakan satu tangan untuk memegang bantal, dan satu tangan lainnya tidak boleh digunakan, harus diletakkan di bagian belakang tubuh.
"Sistem yang kami gunakan kali ini adalah sistem gugur, apabila salah satu diantara peserta langsung jatuh, maka langsung di nyatakan gugur," jelasnya.
Pada olahraga Behempas Bantal ini antusias masyarakat Kabupaten Kutai Timur sangat tinggi, dan dinilai positif karena dapat meningkatkan kelestarian adat budaya Kutai.
"Semoga dengan terselenggaranya acara ini masyarakat dapat selalu menjaga nilai - nilai kesenian adat yang ada di Kalimantan Timur," tandasnya.

