EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pengembangan wisata Mangrove Telok Bangko, di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara terus mendapat dukungan.
Pengembangan wisata tersebut diyakini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat setempat. Khususnya, peningkatan ekomomi berbasis kerakyatan semisal UKM dan pariwisata.
Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Camat Bontang Utara, Chahyo Adi Wichakso melalui via telepon, Senin(31/8/2020).
Baca juga: Razia Masker di Bontang, 70 Pengendara Terjaring
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata akan mendorong pertumbuhan di sektor lainnya. Kata dia, banyak dampak positif yang bisa dirasakan, mulai dari ekonomi hingga sosial masyarakat. Sehingga pihaknya mendukung penuh wisata tersebut.
"Kami dari kecamatan mendukung penuh wisata itu.Karena dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan," terangya.
Pengembangan wisata itu, bisa memiliki ciri khas daerah di lokasi wisata. Apalagi jika warga setempat bisa menyajikan wisata kuliner kedaerahan. Sehingga kata dia, bisa menjadi pemicu para wisatawan untuk selalu berkunjung di wisata tersebut. Dengan begitu nantinya akan membantu perekonomian masyarakat, khususnya warga sekitar wisata.
"Kita berharap wisata bisa menular di masing-masing kelurahan di Kecamatan Bontang Utara," imbuhnya.
Terpisah, Lurah Loktuan M Takwin mengatakan, Ekowisata Mangrove Telok Bangko berbeda dengan wisata mangrove lainnya. Pada wisata ini lebih kepada memberikan edukasi kepada masyarakat serta melakukan pemberdayaan.
Baca juga: Berbisnis Penyu, Pria Lansia Ini Diciduk Polres Bontang
"Mangrove itu ada sekitar 50 jenisnya. Kami ada yang khusus mengedukasi pengunjung. Misalnya anak sekolah berkunjung dapat mengetahui berbagai macam jenis mangrove,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Ekowisata Mangrove Teluk Bangko terbuka untuk umum. Siapa pun bisa berkunjung ke wisata tersebut. Mulai pukul 09.00-17.00 wita. Namun dalam masa pandemi ini wisata tersebut ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.(adv)

