EKSPOSKALTIM, Bontang – Lebaran tinggal menghitung jam. Banyak masyarakat sudah mulai disibukkan dengan persiapan untuk membuat menu yang disajikan dihari kemenangan. Namun, hal berbeda harus dirasakan keluarga Muhammad Arifin, korban tabrak yang ususnya terurai pasca operasi akibat kecelakaan yang menimpanya itu.
Disaat yang lain sibuk untuk menyambut euforia hari kemenangan, justru keluarga ini harus rela berlebaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, karena harus menjaga kakek Arifin yang sedang mendapat perawatan intensif, setelah mengalami muntah darah pada hari Senin (4/7/2016) pukul 00.15 wita dini hari lalu.
"Mau gimana lagi mas, kalau begini ya mau tidak mau harus berada di rumah sakit. Kalau bukan kami, siapa lagi yang merawat bapak,” kata Hasnawati, anak kedua Arifin yang ditemui di rumah sakit siang tadi, Selasa (5/7/2016).
Kecelakaan yang menimpa Arifin beberapa bulan lalu, banyak berdampak bagi kehidupan keluarga ini (keluarga Arifin). Bagaimana tidak, Arifin merupakan tulang punggung bagi keluarga dengan kesehariannya berprofesi sebagai tukang sapu di Mapolres Bontang, dan juga sebagai tukang ojek bagi anak sekolah.
“Ya bagaimana ya mas, bapak kan juga kepala keluarga di rumah. Dia kerjanya hanya tukang ojek anak sekolah, ditambah lagi suami saya kerjanya hanya sebagai nelayan yang hanya cukup untuk kehidupan sehari – hari," tukasnya.
Sementara itu, Arifin mengaku sudah jenuh berbaring terus di kasur, akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa – apa. Karena jika sedikit saja bergerak, maka akan terasa sakit di area lukanya.
“Bosan sebenarnya saya baring di tempat tidur berbulan – bulan, tapi ya beginilah nasib yang harus saya terima. Saya tidak bisa berbuat apa – apa, hanya bisa pasrah saja menghadapi cobaan yang menimpa saya,” ungkapnya, dengan suara yang pelan menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya.

