EKSPOSKALTIM, Bontang - Wakil Ketua DPRD Bontang Etha Rimba Paembonan mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan alias jambret di Taman Bontang Kuala, 31 Agustus lalu.
"Kita sebagai warga kota tentu menyesalkan jika ada kriminalitas yang terjadi, sementara salah satu moto kota ini adalah kota aman," jelas politikus Gerindra ini.
Etha meminta agar para pelaku diproses sesuai aturan hukum yang berlaku untuk memberikan efek jera. Terlebih korbannya masih berusia di bawah umur.
"Untuk hukuman, undang undang kita sudah sangat jelas mengatur tentang itu dan saya percaya aparat hukum sangat memahami hal ini," ujarnya.
Berita terkait: Kawanan Penjambret Bocah di Taman Bontang Kuala Diciduk
Meski pelaku sudah diamankan, Etha meminta agar masyarakat tetap waspada. Fenomena seperti ini, kata dia, memerlukan tindakan dan penanganan yang tepat, baik pada pelaku maupun korban. Apakah terkait tingginya angka pengangguran di Kota Taman, ia enggan berspekulasi.
"Mungkin saja. Harus diingat bahwa fenomena ini pasti tidak terjadi begitu saja. Perlu dikaji penyebabnya sehingga penyelesaian yang kita lakukan akan lebih holistik dengan melibatkan pemerintah," jelasnya.
Diketahui aksi kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan alias jambret yang beraksi di Taman Bontang Kuala, 31 Agustus lalu berakhir setelah rekan korban mengenalinya. Dari kasus tersebut HP serta uang tunai milik korban dirampas. Sejumlah pukulan juga sempat dilayangkan sebagai ancaman.
Meminjam data Polres Bontang, kasus ini tercatat sebagai kasus curas perdana yang berhasil diungkap pada tahun ini.
Sepanjang Januari sampai Juni 2017, sebanyak 77 kasus kejahatan terjadi. Didominasi, 20 kasus pencurian dengan pemberatan atau curat, 18 kasus pencurian motor atau curanmor, dan 10 kasus perlindungan anak.
Baca juga: Angka Kejahatan Menurun, C3 Dominasi Kriminalitas di Bontang
Terkait curas sepanjang 2016 lalu, jajaran Korps Bhayangkara mencatat sebanyak 8 kasus terjadi. 5 kasus berhasil disidangkan, dan 3 kasus dalam proses penyelidikan.
"Pelaku umumnya berkerja perorangan. Sementara kesulitan mengungkap kasus karena kebanyakan pelaku berasal dari luar Bontang," ujar Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono didampingi Kasat Reskrim Iptu Rihard Hernando.
Selain memburu pelaku, langkah antisipasi dilakukan polisi dengan memetakan sejumlah titik rawan.(Adv)
Baca juga: Sejumlah Titik Rawan Kejahatan di Bontang Berhasil Dipetakan

