EKSPOSKALTIM, Bontang - Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia. Tidak hanya di negara berkembang, tetapi juga di negara maju, sampah selalu menjadi masalah.
Setiap harinya kota Bontang menghasilkan puluhan sampai jutaan sampah. Sampah yang menumpuk tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya.
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bontang terus melakukan upaya mengurangi penumpukan sampah, dengan melakukan pendauran ulang sampah plastik dan dedaunan.
Pengolahan pupuk kompos yang dilakukan ini sangat bermanfaat bagi kesuburan tanaman, hal ini disampaikan Kepala DKP Sofiansyah kepada tim Eksposkaltim, di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (28/9/2016).
Ia mengatakan, saat ini DKP mampu memproduksi dedaunan minimal satu truk dalam sehari dan menghasilkan sekitar 100 kantong pupuk kompos.
Selain dedaunan yang diolah menjadi pupuk kompos, sampah-sampah plastik pun dipilah untuk di jual kepada pengepul dan diolah untuk dijadikan bahan bakar.
"Tetap kita lakukan pemilahan, dalam sehari itu sampah yang muncul sebanyak 92 ton, jadi bagaimana cara kita agar sampah ini bisa berkurang," ungkapnya.
Ditambahkannya jika tidak dilakukan pendauran, sampah- sampah akan semakin menumpuk dan membahayakan bagi penduduk di sekitar penampungan sampah kota Bontang. (*)

