Samarinda, EKSPOSKALTIM – Realisasi pendapatan Kalimantan Timur lesu di kuartal I/2025. Totalnya hanya mencapai Rp13,39 triliun atau 12,77 persen dari pagu anggaran tahun ini. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,6 triliun atau 15,83 persen dari pagu 2024.
"Lebih rendah dibanding periode yang sama 2024," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto, Senin (1/7/2025).
Menurut Budi, turunnya pendapatan disebabkan melemahnya penerimaan pajak dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan transfer dari pusat ke provinsi maupun kabupaten/kota juga mengalami kontraksi. Realisasinya hanya Rp1,37 triliun atau 13,84 persen dari pagu, lebih rendah dibanding kuartal I/2024 yang mencapai 16,07 persen.
"Akibatnya, beberapa pemerintah daerah harus menyesuaikan kembali rencana belanjanya, termasuk menunda atau mengurangi pelaksanaan program-program belanja pada kuartal I/2025," ujarnya.
Di sisi lain, belanja daerah juga menunjukkan tren melambat. Realisasi belanja hingga akhir Maret 2025 tercatat Rp15,74 triliun atau 11,95 persen dari pagu. Angka ini sedikit menurun dibanding kuartal I/2024 yang mencapai Rp15,82 triliun, meskipun saat itu porsinya hanya 8,99 persen dari pagu 2024.
Budi menjelaskan penurunan belanja terutama terjadi di tingkat provinsi, khususnya pada belanja operasional dan belanja modal. Sebaliknya, belanja di tingkat kabupaten/kota naik, didorong oleh belanja pegawai serta barang dan jasa. Belanja APBN juga mencatat kenaikan, terutama pada komponen Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

