EKSPOSKALTIM, Bontang - Kabar gedung Sport Center Loktuan yang kini beralih fungsi sebagai tempat anak remaja mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan, dan mesum sampai ke telinga Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Ia pun angkat bicara. Ditengarai hal ini terjadi lantaran minimnya sarana dan prasarana keamanan gedung senilai Rp 19,8 miliar tersebut.
“Katanya tidak ada sarana dan prasarana keamanannya, untuk itu kita akan anggarkan pada APBD perubahan nanti,” kata Neni kepada Ekspos Kaltim, Minggu (17/9) kemarin.
Baca juga: Komisi III Sidak Gedung Sport Center Loktuan, Suhut: Seperti Gudang
Lanjut ia mengatakan, Pemkot Bontang akan memaksimalkan gedung yang ada tanpa harus membangun gedung baru. Kuncinya, kata Neni, yakni dengan melakukan pemeliharaan.
“Kita jangan hanya pandai membangun saja, tapi tidak pandai memelihara. Kita manfaatkan gedung yang ada, nanti kita perbaiki gedung Sport Center, gedung kepemudaannya, dan lain-lain,” tuturnya usai menghadiri HUT PMI ke-72, kemarin.
Berita Terkait: Alasan Gedung Sport Center Loktuan Belum Difungsikan
Mengenai pemanfaatan aset berupa bangunan, Neni juga berencana memindahkan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, (Disporapar) ke pusat Kota.
“Nah kemudian Dinas Kesehatan yang ada saat ini beralih ke gedung bersama. Pokoknya kita tidak membangun lagi dengan kondisi seperti ini, manfaatkan gedung yang ada, perbaiki dan pelihara seperti gedung Sport Center, gedung di Pelabuhan Loktuan, dan lainnya,” ucapnya.
Neni menambahkan, untuk gedung-gedung yang belum diresmikan, pada akhir tahun ini akan dilakukan peresmian.
“Termasuk gedung sport center sampai sekarang belum ada serah terima,” pungkasnya. (Adv)

