Pemprov Kalimantan Timur memastikan insentif Rp500 ribu per bulan bagi guru non-ASN tetap berlanjut, sekaligus membuka peluang kenaikan nominal sesuai kemampuan anggaran daerah.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan insentif bagi guru non-ASN tetap berlanjut, dengan nominal Rp500 ribu per bulan yang saat ini dipertahankan sambil membuka ruang evaluasi untuk peningkatan ke depan.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan keberlanjutan insentif tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan tenaga pendidik di daerah. “Kami memastikan insentif sebesar Rp500 ribu per bulan bagi guru non-ASN tetap berlanjut demi menjamin kesejahteraan mereka,” ujarnya usai apel peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman Disdikbud Kaltim, Samarinda, Sabtu (2/5).
https://eksposkaltim.com/berita/pegawai-ppk-kaltim-dalam-bayangbayang-efisiensi-16670.html
Menurut dia, pemerintah daerah juga akan meninjau ulang besaran insentif tersebut agar dapat ditingkatkan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kapasitas anggaran daerah.
“Upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik ini tentunya akan direalisasikan secara maksimal apabila kapasitas dan alokasi anggaran daerah memungkinkan,” kata Seno.
Pemprov Kaltim menyiapkan skema pembiayaan melalui alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah Provinsi (BOSP) untuk memastikan keberlanjutan program tersebut, termasuk dalam penataan status guru honorer.
Di sisi lain, Seno menyebut perhatian terhadap tenaga pendidik sejalan dengan capaian sektor pendidikan di Kaltim. Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan di provinsi ini tercatat mencapai 99,5 persen, yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran tenaga pendidik serta upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan.
Untuk menjaga tren tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan program pendidikan tinggi gratis bagi lulusan SMA dan sederajat, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
“Sinergi dengan seluruh institusi pendidikan terus diperkuat demi mendorong lahirnya generasi yang siap bersaing,” ujarnya. (ant)

