EKSPOSKALTIM, Banjarmasin - Pemprov Kalsel punya cara unik dan inspiratif untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan. Lewat program “Tukar Sampah dengan Sembako”, warga diajak memilah sampah anorganik dan menukarkannya dengan kebutuhan pokok, seperti gula, minyak goreng, hingga mie instan.
Program ini dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, bekerja sama dengan PT Adaro dan Bank Kalsel lewat pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR). Gubernur Kalsel Muhidin yang meninjau langsung kegiatan penimbangan sampah di Banjarmasin pada Sabtu (3/5) menyebut langkah ini sangat penting di tengah kondisi darurat sampah di ibu kota provinsi.
Terlihat, masyarakat datang membawa sampah yang sudah dipilah, ditimbang dan dibeli oleh DLH Kalsel.
"Program ini luar biasa, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Adaro dan Bank Kalsel,” kata Gubernur Kalsel Muhidin usai memantau penimbangan sampah anorganik di Banjarmasin, Sabtu (4/5).
Sampah di Banjarmasin sudah kelewat batas. Biasanya 600 ton per hari ke TPA Banjarbakula, sekarang mulai berkurang ke angka 400 sampai 300 ton.
"Harapannya bisa ditekan hingga di bawah 200 ton per hari,” ujar Muhidin.
Warga cukup membawa sampah anorganik yang sudah dipilah minimal tiga kilogram. Setelah didaftarkan dan ditimbang, mereka akan menerima kupon penukaran sembako.
Jika nilai sampah mencapai Rp10.000 atau lebih, otomatis bisa ditukar dengan minimal 1 kg gula atau minyak goreng—nilai yang bahkan dua kali lipat dari taksiran sampahnya. Bahkan tersedia pula bonus pakaian bekas layak pakai selama stok masih ada.
Muhidin menekankan pentingnya peran masyarakat. Pilah dulu yang bisa dijual, sisanya baru buang ke TPA. Walau hasilnya sedikit, ini tetap bermanfaat. "Program ini juga akan diperluas ke 12 kabupaten/kota lain di Kalsel,” katanya.
Plt Kepala DLH Kalsel, Fathimatuzzahra, menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan. Mereka ingin masyarakat sadar bahwa sampah bisa jadi bernilai ekonomi jika dikelola dengan benar. "Bank sampah sudah tersedia, silakan dimanfaatkan,” jelasnya.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, juga menyatakan dukungan penuh. “Program ini sangat membantu dalam mengatasi sampah. Kami akan lanjutkan, tentu dengan menggandeng perusahaan lain untuk pendanaan,” ungkapnya.

