EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Ramainya jamaah pada suatu masjid, salah satu faktor utamanya adalah adanya manajemen masjid yang baik. Masjid menjadi salah satu sentral umat islam, tidak hanya menjadi tempat beribadah mahdoh, tapi dengan manajemen yang baik masjid bisa menjadi wadah peningkatan dakwah, ekonomi, pendidikan dan banyak lagi aspek lainnya.
Dengan visi yang sama, IZI Kaltim dan DKM Assalam Perum Wika gulirkan pelatihan masjid dengan mengangkat tema” Pelatihan Manajemen Masjid Ala Jogokarian”.
Tidak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan merupakan salah satu takmir Masjid Jogokariyan yang sering memberikan pelatihan manajemen masjid di berbagai daerah di Indonesia, Ustadz Muhammad Rosyidi
Baca: Zairin Zain Jabat Pjs Walikota Samarinda
Bertempat di masjid Assalam Perum Wika, pelatihan yang diperuntuhkan untuk masjid-masjid yang ada diwilayah Kaltim ini diiikuti 150 peserta dari 70 masjid, Minggu, 18 Februari 2018.
Ketua Harian DKM Assalam, Abu Azizah, yang juga selaku ketua panitia, dalam sambutannya mengatakan Masjid Assalam ingin menjadi salah satu corong di Balikpapan dalam mengkampanyekan pentingnya manajemen masjid.
“Oleh karena itu, Masjid Assalam mempunyai program pelatihan bertahap demi memajukan manajemen masjid dan musholla, khususnya di daerah Balikpapan” ungkapnya.
“Di bulan Maret dan April, pelatihan tahapan lanjutan akan digelar dengan berfokus pada sistem perekonomian berbasis masjid,” sambungnya.
Pelatihan yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut mengupas lebih mendalam tentang manajemen masjid secara profesional, dengan menghadirkan contoh suksesstory Masjid Jogokarian. Sesi tanya jawab menjadi sesi yang paling ditunggu para peserta.
Dalam paparan materinya, Ustadz Muhammad Rosyidi menekankan bahwa yang menjadi indikator pertama untuk menentukan kemakmuran suatu masjid bukan dilihat dari fisik masjid, tapi dilihat dari seberapa banyak jumlah jamaah saat shalat shubuh.
Beliau pun menjelaskan alasan kenapa saat shalat shubuh. Karena menurutnya, hampir 100 persen saat shalat shubuh, seluruh umat islam itu berada di rumahnya dan tidak sedang beraktifitas.
Kalau suatu masjid bisa menggerakkan warga sekitarnya untuk melakukan shalat shubuh, kata dia, maka bisa kita katakan bahwa Masjid itu sudah makmur. Kenaikan jamaah shalat shubuh tentunya akan diikuti kenaikan jumlah jamaah di waktu sholat lainnya.
“Beberapa kegiatan kreatif yang dapat merangsang jamaah untuk datang ke masjid, seperti kegiatan makan-makan, penyediaan wifi, penghargaan kepada jamaah terbaik dalam bentuk umroh gratis, layanan masjid 24 jam, dan lain-lain,” sambung Ustadz Muhammad Rosyidi di salah satu kutipan materinya.
Sementara, Ardhani, kepala Perwakilan IZI Kaltim mengungkapkan pentingnya pemahaman pengelolaan masjid, sehingga keberadaan masjid sebagai pusat peradaban islam dapat terwujud.
Baca: DPRD Kaltim Soroti Jalan Umum di Kukar Dijadikan Hauling Batu Bara
Selain itu, ia juga menjelaskan, program ini merupakan salah satu bentuk penyaluran zakat infaq dah shodaqoh hasil kerjasama IZI Kaltim dan DKM Assalam.
”Program ini juga merupakan salah satu program dari penyaluran zakat, infak hasil kerjasama IZI dan DKM Masjid Assalam, kita menyebutnya sinergi ini sebagai Mitra IZI (MIZI),” pungkasnya.
Sesi testimony menjadi sesi penutup dari pelatihan tersebut. Beberapa dari peserta mengungkapkan kenginan agar kegiatan ini dibuat secara rutin, dan dibuat forum masjid dengan Masjid Assalam sebagai koordinatornya, bisa dalam bentuk pertemuan atau dalam bentuk group di media sosial. Harapannya, agar seluruh masjid di Balikpapan bisa saling bertukar pikiran demi menciptakan masjid yang memiliki manajemen yang baik.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Wartawan Independen Bone Libatkan Ribuan Orang dalam Pelaksanaan Baksos
ekspos tv
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv

