EKSPOSKALTIM, Bontang – Fasilitas umum yang tak terawat sedikit banyak mempengaruhi daya tarik suatu objek wisata. Di Pulau Beras Basah, kondisi jembatan penghubung satu-satunya ke objek wisata alam itu sempat mengalami kerusakan.
Letak jembatan yang juga berfungsi sebagai tambatan perahu ini rusak diduga akibat diterjang gelombang. Namun kini para wisatawan tidak perlu khawatir untuk melalui jembatan berbahan kayu ini karena sudah dalam perbaikan.
Sebelumnya di beberapa tiang penyangga yang terbuat dari besi mulai keropos. Pun dengan pondasi beton yang hancur tak karuan akibat diterjang ombak.
Kerusakan di beberapa titik itu akhirnya ditanggulangi oleh para pengusaha kapal dalam naungan Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APTJWL) Bontang. Mereka memperbaiki kembali jembatan dengan dana swadaya sejak sebulan belakangan.
Salah satu pemilik kapal wisata Jalaluddin mengatakan, para pemilik kapal menyumbang sebesar Rp 100 ribu guna memperbaiki jembatan. Total ada 59 armada kapal milik swasta. Mau tak mau hal itu dilakukan karena jembatan merupakan media mata pencaharian mereka.
Sekadar diketahui, rute perjalanan yang biasa ditempuh oleh kapal wisata ini mulai dari Pelabuhan Tanjung Laut hingga Pantai Pasir Putih Beras Basah sejauh tiga mil dengan waktu tempuh selama tiga puluh menit.
“Kalau bukan dari kami, mau dari mana lagi mas. Pemerintah mau diharap, tidak bakal bagus-bagus jembatan itu,” katanya, Senin (24/4) sore.
Kata Kepala APTJWL Bontang, Bilhogen sejauh ini telah dua kali upaya menyulam jembatan telah dilakukan. Menyulam dilakukan supaya jembatan tidak runtuh. ”Kita juga ganti tiangnya dengan tiang kayu ulin, karena tiang tiang yang dari besi sudah dalam keadaan kropos dan rusak,” ujarnya.
Tampak dari pantauan media ini pada akhir pekan atau hari libur, (24/4) kemarin , Pulau Beras Basah yang berada di Kelurahan Bontang Lestari Kecamatan Bontang Selatan itu minim pengunjung.
Saat dilokasi suasana terlihat jauh berbeda dengan hari libur seperti biasanya, warung yang menyediakan minuman dan makanan ringan juga terlihat sepi. Bilhogen membenarkan hal itu.
Kata dia sepinya pengunjung sudah terjadi sejak 3-4 bulan belakangan. Ia menduga hal ini terjadi karena kurangnya promosi terkait Pulau Beras Basah ini. “Ini kan salah satu aset daerah Bontang yang perlu kita jaga dan harusnya kita semua bisa ikut mengenalkan,” ungkapnya di lokasi Pantai Beras Basah.
Sekedar diketahui, Pulau Beras Basah merupakan sebuah pulau kecil yang berlokasi di Selat Makassar. Pulau ini sekarang menjadi tujuan wisata dan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya.

