Balikpapan, EKSPOSKALTIM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis mampu mewujudkan swasembada pangan melalui penerapan pertanian modern.
"Saya cukup optimis, enam bulan dari hari ini kita mampu swasembada beras," ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat memimpin Arahan Pagi (Morning Briefing) di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu. Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Sri Wahyuni, serta para kepala OPD Pemprov Kaltim.
Rudy mengakui sempat ragu Kaltim bisa menjadi lumbung pangan, mengingat tantangan geografis dan kondisi tanah yang panas akibat kandungan batu bara. Namun, keraguan itu berubah menjadi optimisme usai menyaksikan langsung penerapan sistem pertanian mekanis modern yang dipamerkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, pekan lalu.
Menurut Rudy, Mentan Amran telah membuktikan bahwa stok beras nasional bisa mencapai 3,6 juta ton tanpa perlu ekspor, meski luas lahan sawah kian menyempit dan jumlah penduduk menembus 280 juta jiwa.
Selain kesiapan lahan, Rudy seperti dikutip dari Antara, menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk untuk mendukung produktivitas sawah.
Mentan Amran, kata Rudy, meminta Kaltim menyiapkan sedikitnya 20.000 hektare lahan untuk mendukung target swasembada. Ia juga tertarik mengembangkan produksi pangan di wilayah Muara Enggelam, Kukar, karena dekat dengan akses sungai.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltim telah menyiapkan dua lokasi utama: 18.000 hektare di Kutai Timur dan 12.000 hektare di Kutai Kartanegara.
Upaya menuju swasembada ini juga melibatkan generasi muda. Pemprov Kaltim terus mendorong lahirnya Petani Milenial melalui program pelatihan, dukungan modal, dan pendampingan. Harapannya, anak-anak muda di desa mampu mengelola pertanian modern secara efisien dan berkelanjutan.

