EKSPOSKALTIM, Bontang- Peredaran narkoba menjadi salah satu perhatian serius Polda Kaltim. Hal ini dibuktikan dengan dominasi narkoba sebagai kasus terbanyak yang ditangani selama setahun terakhir.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin mengungkapkan hal tersebut saat meresmikan Mapolres Bontang, Selasa (14/3) pagi.
Tren tersebut, kata Kapolda, masih berlanjut sampai Maret tahun ini. Jajarannya di wilayah resor ataupun sektor melaporkan kasus narkoba masih yang paling sering ditangani.
“90 persen tahanan yang ada di setiap rutan adalah yang terjaring kasus narkoba,” sebutnya.
Kondisi geografis Kaltim yang cukup luas menuntut kepolisian lebih peka demi menghambat peredaran barang haram tersebut di wilayah yang berpotensi sebagai pintu masuk.
Penjagaan dan pemeriksaan ketat diberlakukan di beberapa kawasan potensial jalur peredaran dari dalam bahkan luar negeri.
“Upaya pencegahan adalah yang harus kita lakukan. Tentu, pembinaan kepada masyarakat terutama generasi muda sehingga memiliki ketahanan diri menghadapi narkoba,” tuturnya.
Hal ini dipandang serius, mengingat Kaltim masuk dalam zona darurat narkoba.
“Saat ini Kaltim masuk kategori zona darurat narkoba. Targetnya tiap hari harus melakukan penyuluhan dan himbauan kepada masyarakat dan generasi muda terkait bahaya narkoba. Sehingga dengan begitu akan berpikir seribu kali untuk mengkonsumsi narkoba,” cetusnya.

