EKSPOSKALTIM, Bontang - Ketua DPRD Bontang Nursalam secara lugas menyatakan dukungan atas wacana pembentukan Pansus STITEK, untuk menyelesaikan polemik pengelolaan Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi (STITEK) Bontang.
"Saya sudah minta Ketua Badan Legislasi (Baleg) menindaklanjuti pembentukan Pansus STITEK ," ujar Salam -- sapaan Nursalam usai memimpin rapat pengesahan APBD Bontang 2018.
Menurutnya, sejarah pendirian STITEK murni diinisiasi Pemkot Bontang melalui Yayasan Bessai Berinta.Namun seiring perkembangan, peran pemkot atas Yayasan Bessai Berinta sebagai pengelola Stitek justru makin memudar.
Bahkan pihak pengelola STITEK secara sepihak melakukan perubahan stuktur yayasan tanpa koordinasi dan laporan kepada pemerintah dan DPRD.Kondisi tersebut, lanjut Salam tidak bisa dibiarkan karena dalam jangka panjang bisa merugikan Pemerintah.
"Menurut saya sangat janggal, kampus itu (STITEK) awalnya didirikan pemerintah, tapi sekarang seolah berjalan sendiri tanpa ada koordinasi," jelas politisi Golkar itu.
Ketua Fraksi Nasdem Bakhtiar Wakkang juga menyambut baik komitmen Ketua DPRD Nursalam mendukung pembentukan Pansus STITEK.Menurutnya, pendirian STITEK diinisiasi pada awal pemerintahan Walikota Andi Sofyan Hasdam.Saat itu, pemerintah menginginkan hadirnya sekolah tinggi yang bisa mencetak sumber daya manusia andal guna mengisi bursa kerja industri di Bontang.
Rencana itu kemudian diwujudkan dengan mendirikan Yayasan Bessai Berinta sebagai pengelolah Stitek.Sofyan Hasdam sebagai Walikota secara otomatis menjabat sebagai ketua yayasan."Namun ini sekarang tidak lagi.Kami tidak mengetahui kenapa bisa aturan ini berubah," ungkap Bakhtiar.
Ia menilai pembentukan Pansus STITEK sangat dibutuhkan guna memastikan visi pendidikan Stitek tidak melenceng dari rencana awal. "Sekarang ini banyak keluhan juga soal biaya pendidikan di STITEK yang mahal.Jangan sampai kampus itu tidak bisa diakses warga kurang mampu," tuturnya.
Ketua STITEK Bontang Hardianto menanggapi datar rencana pembentukan Pansus STITEK Bontang. Menurutnya, kewenangan tertinggi pengelolaan Yayasan Bessai Berinta, bukan ditangan Walikota, melainkan Dewan Pembina yang terdiri dari lima orang.
Mereka adalah Director & COO Badak LNG, Yhenda Permana, Kepala Diskominfotik Dasuki, Kepala Bapelitbang Zulkifli, mantan Sekda Bontang Nurdin MT, dan karyawan PKT Agus Subekti.
Diakui, awal pendirian kampus STITEK peran Pemkot Bontang memang besar.Pemerintah mendorong berdirinya yayasan ini hingga sekarang.Namun, sejak 2012 lalu bantuan dari APBD Bontang tak pernah lagi diterima. "Pendapatan dari mahasiswa, ada juga dari unit-unit usaha lainnya," katanya. (Adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

