EKSPOSKALTIM, Mahulu - Guna mengembangkan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan siswa Pramuka binaannya, Koramil Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memberikan pelatihan semi militer terhadap 280 siswa-siswi anggota Pramuka.
Danramil Long Bagun Letnan Satu Infantri Rahman Sahanung menjelaskan, latihan semi militer tersebut bertujuan agar kedepannya siswa-sisiwi ini dapat menerapkan latihan tersebut di daerah Mahulu.
Pelatihan semi militer berupa panjat tebing (pecinta alam) tersebut dapat difungsikan anggota pramuka ini saat bergabung di tim Basarnas, untuk mengevakuasi korban dari ketinggian.
"Latihan semi militer (Out Bond. red) yang kami terapkan kepada anggota pramuka binaan kami ini, berawal saat mereka ikut serta dalam lomba lintas alam di Samarinda. Dan kebetulan, di lomba tersebut terdapat poin terkait materi mountainering,” tukasnya.
“Itu suatu pengalaman bagi para siswa yang dapat merasakan latihan semi militer ini. Karena dari situlah kami bisa mengkader mereka sebagai generasi yang mempunyai bakat panjat tebing, atau pun dalam giat Basarnas," jelasnya, Rabu (16/11).
Kendati Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) telah memiliki tim Basarnas. Namun kata dia, anggota yang tergabung di tim tersebut belum memiliki kemampuan tehnik evakuasi korban dari ketinggian.
"Menjadi suatu kebanggaan tersendiri sebagai pembina, sebab latihan Out Bond ini sangat jarang diterapkan di dalam pelatihan pramuka karena peralatannya masih tergolong sangat mahal, dan hanya suatu kelompok tertentu yang dapat menyediakan peralatan giat ini, salah satunya TNI," pungkasnya.(*)

