EKSPOSKALTIM, Bontang - Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris menagih komitmen perusahaan menyediakan air bersih bagi warga di dua kampung atas air, yakni Kampung Gusung dan Melahing, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
DPRD Bontang terus memperjuangkan agar warga Kampung Gusung dan Melahing, Kota Bontang tak kesulitan air bersih. Dari itu, Ketua Komisi I Agus Haris Menagih komitmen perusahaan menyediakan air bersih bagi warga di dua kampung tersebut.
Sebab, hingga kini belum ada progres dari rencana pemasangan sambungan air bersih di wilayah pesisir.Padahal sesuai hasil rapat yang digelar pada Juli lalu, pihak perusahaan sudah bersedia mengatasi krisis air bersih ke Gusung dan Melahing.
“Ini sudah masuk bulan ke-5, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan pemasangan sambungan air bersih ke Gusung dan Melahing,” ujar Agus Haris, Minggu (12/11/2017).
Agus menuturkan, sesuai hasil rapat kerja komisi gabungan DPRD Bontang dengan PDAM Tirta Taman Bontang bersama PT Kaltim Daya Mandiri (KDM), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) para pihak sepakat untuk berkontribusi mengatasi krisis air bersih di sejumlah perkampungan atas laut.
Opsi pertama mencuat saat itu, yakni penyedian alat desalinasi air laut menjadi air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.Usulan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang Arif, yang merujuk pada program desalinasi air laut menjadi air tawar, seperti yang telah dikembangkan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
“Usulan pertama dibuatkan desalinasi yang dioperasikan dengan tenaga surya,” katanya.
Alternatif kedua, dari Direktur PDAM Suramin mengusulkan agar penyediaan air di wilayah pesisir dengan pembuatan terminal air yang didirikan di darat. Rencana dari PDAM tersebut dinilai tidak banyak membantu karena masih mengharuskan warga yang bermukim di atas air harus menyebrang untuk mengambil air.
Sementara dari pihak PT KDM, diwakili Sekretaris Perusahaan (Sekper) Bela Indi Sulistiyo mengatakan pihaknya tengah melakukan kajian untuk pembuatan pipanisasi air bersih dari darat ke kampung atas air Gusung.
Rencananya, hasil kajian tersebut akan dilaporkan ke forum Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk selanjutnya jadi program CSR perusahaan yang terkordinasi dengan Pemerintah.
“Kami anggap usulan dari perusahaan membangun jaringan pipa ke perkampungan atas air lebih visible. Apalagi menggunakan dana CSR jadi beban APBD kita tidak terbebani,” tuturnya.
Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari hasil pembahasan rapat tersebut.Politisi partai Gerindra ini mendesak agar perusahaan mewujudkan rencana mereka membangun jaringan pipa air bersih ke perkampungan atas laut.
Ia mengaku akan menggelar pertemuan ulang dengan pihak perusahaan dan PDAM untuk membahas penyediaan air bersih kepada seluruh warga Bontang. “Kit atahu air ini kebutuhan yang sangat pokok.Sudah semestinya perusahaan sekitar berkontribusi memenuhi kebutuhan air bersih warga sebagai wujud kepedulian,” pungkasnya. (Adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

