EKSPOSKALTIM, Samarinda - Angka pengangguran di Bontang jadi atensi Shemmy Permata. Apalagi tertinggi se-Kalimantan Timur.
Mengacu data, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bontang mencapai 7,74 persen di akhir 2023. Sementara rata-rata TPT Kaltim hanya sebesar 6,37 persen.
"Diperlukan berbagai langkah strategis untuk menurunkan tingkat pengangguran, karena tingginya angka pengangguran biasanya memicu kemiskinan," kata anggota DPRD Kaltim ini, Minggu (12/1).
Dalam upaya menurunkan TPT tersebut, kata dia, bisa melalui kewenangan penganggaran di DPRD dan berdasarkan aspirasi masyarakat.
Misalnya, melakukan pelatihan "life skill" sebagai bekal para pemuda dan mereka yang masih menganggur. Sehingga mereka bisa diterima di pasar kerja maupun membuka usaha sendiri.
"Untuk menurunkan TPT bisa dibuat program peningkatan kemampuan sumber daya masyarakat, baik berupa pelatihan maupun kegiatan lain yang tujuannya untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kota Bontang," jelas Shemmy.
Meski TPT di Bontang tertinggi di Kaltim, namun berdasarkan data, terjadi penurunan dari tahun ke tahun. Yakni pada 2020 masih tinggi dengan angka 9,46 persen, tahun 2021 turun menjadi 7,92 persen, tahun 2022 turun lagi menjadi 7,81 persen, dan pada 2023 turun lagi menjadi 7,74 persen.
Dia juga siap memperjuangkan peningkatan kapasitas untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. "Perempuan ini ulet dalam menjalankan usaha, bahkan perempuan memiliki potensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal," jelasnya.
Untuk peningkatan SDM di Bontang, anggaran akan dialokasikan untuk kaum ibu. Khususnya untuk berbagai jenis pelatihan agar keterampilan mereka meningkat sehingga bisa membantu pendapatan keluarga.
Sejumlah pelatihan yang diprogramkan antara lain menjahit, kecantikan, barbershop, dan pelatihan lain yang diminati kaum perempuan serta sesuai dengan kondisi lokal Bontang, agar apa yang diperoleh dari pelatihan juga bermanfaat bagi peserta dan lingkungan sekitarnya.

