EKSPOSKALTIM, Samarinda - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sepertinya dapat mengakhiri masa jabatannya periode 2013 - 2018 dengan tenang.
Sebab, beberapa proyek pembangunan tahun jamak atau multiyears contract (MYC) Kaltim dinilai sudah berjalan on the track alias sesuai perencanaan.
Seperti yang diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandy. Ia mengatakan realisasi lima proyek yang masuk dalam rencana pembangunan jarak menengah daerah (RPJMD) 2013-2018 itu sudah menunjukan progres yang cukup baik.
Seperti pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB), pembangunan tol Balikpapan-Samarinda, jembatan Mahakam IV, Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan Pelabuhan Maloy.
"Kami meyakini beberapa akan rampung seratus persen selesai pada akhir tahun ini," ujar Politikus Gerindra ini.
Salah satu yang paling menjanjikan menurut dia adalah BSB. Ditargetkan pekerjaan fisik bandara ini akan rampung Desember 2017 dan sudah dapat beroperasi 2018 mendatang.
Jika terwujud bandara ini akan menjadi kado manis di akhir masa jabatan Gubernur Provinsi Kaltim Awang Faroek Ishak, akhir Desember 2018 mendatang.
"Saya kepingin pekerjaan fisik proyek ini selesai sesuai target tadi dan menjadi hadiah buat Pak Awang pada purna tugasnya," ujar ketua Komisi yang membidangi bidang pembangunan itu.
Proyek strategis lainnya adalah Jembatan Mahakam IV. Ia menyebut pengerjaan fisiknya telah mencapai rata-rata 40 persen. Dan pada Desember ini, pekerjaannya ditarget dapat berjalan sampai 60 persen.
Pun, dengan penyediaan air baku di kawasan Sekerat, Kutai Timur (Kutim) yang bakal terpenuhi dengan rampungnya kebutuhan SPAM Maloy di pengujung tahun ini.
"Hanya saja untuk jangka panjang mesti dibuat bendungan dan pipa distribusi, termasuk menyediakan kebutuhan air untuk Kampung Sekerat. Maka perlu adanya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sana," ujar
Meski demikian ia tak menampik jika ada progres proyek yang cenderung berjalan lambat. Yakni, pembangunan Pelabuhan Maloy. Meski demikian proyek tersebut telah menjadi bagian dari proyek strategis nasional. Artinya pemerintah pusat juga ikut bertanggung jawab dalam pembangunannya.
Pemprov Kaltim dalam hal ini hanya sebatas menyiapkan infrastruktur untuk masuk ke dalam lokasi Maloy. Bahkan sesuai informasi yang ia dapat pemerintah pusat akan menganggarkan untuk kebutuhan dermaga dan fasilitas lainnya.
“Masalah penyelesaian saya kurang tahu berapa persen. Karena itu proyek strategis nasional,” tuturnya.
Meski begitu secara keseluruhan pihaknya meyakini alokasi sekira Rp 103 miliar di APBD-P Kaltim 2017 dapat dimaksimalkan untuk MYC di tahun ini.
Sementara sisa anggaran yang dibutuhkan sebanyak Rp 1,5 triliun akan diperjuangkan dalam APBD murni 2018 serta Perubahan APBD 2018.
“Kami mengalokasikan kalau bisa Rp 1 triliun untuk penyelesaian ini. Supaya memastikan Pak Awang Faroek selesai masa jabatannya, maka selesai juga pembayaran dan fisiknya. Saya rasa tidak ada masalah, sudah on the track semua,” tutupnya. (adv)

