EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemanfaatan videotron milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang sebagai media promosi digital masih tergolong rendah. Sejak mulai dioperasikan awal 2026, baru dua iklan yang tercatat tayang.
Padahal, fasilitas ini disiapkan sebagai solusi iklan modern sekaligus alternatif pengganti banner konvensional yang mulai dibatasi penggunaannya di ruang publik.
Bendahara Penerimaan Retribusi Aset dan PBG DPMPTSP Bontang, Nuraini, mengungkapkan bahwa dari Januari hingga Mei 2026, hanya terdapat dua permohonan pemasangan iklan, yang seluruhnya masuk pada Maret lalu.
“Baru dua, itu di yang di Loktuan dan Tugu Selamat Datang Bontang. Kemungkinan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui layanan ini,” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya minat tersebut tidak lepas dari belum optimalnya sosialisasi di awal pengoperasian. Tahun ini, kata dia, pihaknya mulai fokus memperkenalkan fasilitas tersebut secara lebih luas kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa videotron sudah dapat dimanfaatkan sejak awal tahun, baik oleh masyarakat umum maupun pihak swasta, dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Sudah bisa digunakan sejak awal tahun, tinggal bagaimana kami mendorong pemanfaatannya agar lebih maksimal,” katanya.
Diketahui, sejak akhir 2025 DPMPTSP telah memasang empat unit videotron di sejumlah titik strategis kota. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadi sarana promosi yang lebih efektif dan tertata.
Dari sisi tarif, saat ini masih diberlakukan harga promosi. Biaya penayangan iklan berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per hari untuk satu materi tayangan, tergantung lokasi dan ukuran layar.
Untuk proses pengajuan, pemohon cukup mengisi formulir, melampirkan materi video, serta melakukan pembayaran secara non-tunai sesuai ketentuan.
Nuraini menambahkan, kebijakan ini juga sejalan dengan upaya penataan kota, di mana pemasangan banner cetak di pinggir jalan mulai dibatasi.
“Ke depan, kami arahkan masyarakat beralih ke videotron agar lebih rapi dan tidak mengganggu estetika kota,” pungkasnya.

