EKSPOSKALTIM, Bontang - Ganti rugi yang diberikan PT Graha Power Kaltim terhadap nelayan dan petani rumput laut Teluk Kadere, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan dinilai tak sebanding dengan kerusakan alat pancing mereka akibat aktivitas pengerukan yag dilakukan pihak perusahaan tersebut.
Pasalnya, ganti rugi yang diberikan pihak PT Graha Power Kaltim (GPK) hanya mengganti alat saja.Sedangkan, kerugian yang mereka alami cukup besar lantaran kehilangan tempat mencari ikan.
“Kami dikasih uang Rp 7.5 juta saja Pak. Padahal, belat (jaring ikan-Red) yang terpasang itu sebagai tempat kami mencari uang selama ini. Memang alatnya diganti, tapi kami kehilangan pendapatan,” kata perwakilan nelayan, Rusli saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Bontang, Unsur Muspida, dan Owner PLTU 2x100 Megawatt, serta main kontraktor dan sub kontraktor proyek.
Rusli mengatakan, rekanya bergantung hidup dari belat yang terpasang.Menurutnya, jaring ikan tersebut mampu bertahan hingga puluhan tahun.Inilah, yang menjadi satu-satunya penghasilan nelayan tangkap di pesisir Teluk Kadere.
Tetapi, akibat aktivitas pengerukan.Sumber pendapatan mereka terancam hilang karena harus kehilangan tempat menjerat ikan di lokasi ini.“Pengerukan itu pak tepat di belat-belat saudara kami.Jadi, kami penghasilan kami bagaimana, kalau uang Rp 7 juta saja itu tidak cukup pak,” ujar Rusli.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP), Aji Erlynawati menuturkan seluruh kerugian nelayan dan petani rumput laut telah diganti oleh pihak perusahaan. Menurutnya, dari total 25 kelompok pihak perusahaan telah mengganti seluruh kerugian alat mereka.
Dia mengatakan, sebelum aktivitas pengerukan dilakukan oleh kontraktor.Mereka lebih dulu berkoordinasi dengan Dinas Perikanan.Kemudian, pihaknya melakukan inventarisir estimasi biaya ganti rugi seluruh nelayan dan petani rumput laut yang bakal terkena dampak pengerukan.
“Kami rincikan, jadi biaya ganti rugi tidak secara gelondongan tapi detail,” katanya.
Sementara itu, pimpinan rapat, Ketua DPRD Bontang Nursalam mengatakan kejadian yang menimpa nelayan akan ditindaklanjuti. Dari pemaparan nelayan, dirinya meminta agar tim dari Dinas Perikanan kembali melakukan inventarisir dan verifikasi di lapangan.
Tak cukup itu saja, pemerintah juga diminta mengkalkulasi kerugian in-material.Seperti kehilangan penghasilan akibat lokasi dipasang belat mereka rusak.
“Jadi tolong bu Aji-Dinas Perikanan- red) hitung ulang, karena kemungkinan ada biaya non-materi yang tidak terhitung,” kata Nursalam. (Adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

