EKSPOSKALTIM, Bontang - Operasi Pasar yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang guna menanggulangi kelangkaan gas LPG 3 Kg sejauh ini berjalan tanpa hambatan yang berarti.
Memasuki hari ketiga pada Jumat (8/9), pelaksanaan operasi menyasar dua tempat berbeda, yakni di Kelurahan Kanaan dan Bontang Lestari.
Sebanyak 1.036 tabung yang disalurkan. 518 tabung di Kelurahan Kanaan dan 518 tabung ke Kelurahan Bontang Lestari.
Sekedar diketahui operasi pasar semula dijadwalkan selama dua hari tersebut diperpanjang satu hari menjadi tiga hari. Penyaluran dilakukan Pemkot Bontang melalui PT Akawi Usaha Mandiri dan PT Pantai Subur.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan pendistribusian berjalan lancar. "Berkat sinergi semua pihak distribusi berjalan lancar," jelasnya.
Operasi pasar, kata Neni, hanya bersifat sementara mengingat banyaknya permintaan dari masyarakat akan kebutuhan gas melon tersebut.
Pantauan media ini di Kelurahaan Kanaan, sebanyak 518 tabung gas ukuran 3 Kg berhasil didistribusikan. Peruntukannya, sebanyak 268 tabung bagi rumah tangga miskin (RTM) dan 256 tabung bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari 11 RT yang ada di sana.
Berbeda dengan hari pertama, pendistribusian gas kali ini lebih tertib dan teratur. Sebab, yang boleh membeli gas tersebut adalah mereka yang miliki kupon dari kelurahan setempat.
Berita terkait: Gas Melon Langka, Wali Kota Bontang Gelar Operasi Pasar
"Agar peruntukannya tepat sasaran," jelasnya.
Selain itu dalam penyaluran pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bontang turut menggandeng aparat dari Polres Bontang dan Kodim 0908/Bontang untuk melakukan pemantauan.
Aguswati, Koordinator Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bontang menambahkan jika pihaknya akan melakukan analisis terkait kelangkaan gas.
"Kelangkaan ini yang pertama kali terjadi. Kita masih teliti sebab kelangkaan ini, karena pasokan LPG dari Pertamina sudah sesuai bahkan ada kenaikan 5 persen dari kouta saat ini yang mencapai 18.144 tabung," jelas Kasubag Ekonomi Setda Bontang itu.
Sesuai hasil penelusuran pihaknya saat ini tidak ada pengurangan pasokan dari Pertamina selaku distributor ke pangkalan dan pengecer. Ia menduga kelangkaan terjadi mengingat beban pemakaian juga beralih ke daerah sekitaran Bontang.

