EKSPOSKALTIM, Bontang - Pembangunan Pasar Rawa Indah masih memerlukan penyesuaian anggaran. Terlebih, dua tahun sudah sejak awal pembangunan tersendat karena minimnya anggaran. Perkiraan fulus yang harus digelontorkan Pemkot pun masih cukup besar, sekira Rp 100 miliar lebih.
Hal ini disampaikan Kasi Perencanaan dan Penempatan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang Aspul saat ditemui di kantornya, Jalan Moch Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (27/2).
Kata dia, progres pasar hingga saat ini baru sekitar 50 persen dan sudah menyedot anggaran sekitar Rp 89 miliar lebih.
“Kita membutuhkan sekitar Rp 100 miliar lagi. Saat ini baru separuh yang selesai. Kita Akan bangun sedikit agak lebih besar dari yang sekarang,” ujarnya.
Dijelaskan Aspul, Pasar Rawa Indah nantinya terdiri dari dua gedung. Gedung kedua yang akan dibangun bersebelahan dengan gedung pertama dan akan dimulai dari proses pemasangan tiang pancang.
“Jadi posisinya nanti itu akan jadi satu atap. Makanya, atap bangunan yang ada saat ini belum selesai karena akan dibentuk jadi satu dengan bangunan kedua nanti,” imbuhnya.
Anggaran yang dibutuhkan termasuk biaya pembelian material dan biaya jasa pekerja. Menurutnya, penghitungan anggaran akan disesuaikan dengan harga saat ini.
“Apakah sudah naik atau belum. Kemarin itu kita kan terkendala dengan lahan juga. Menurut informasi lahannya sudah dibebaskan. Makanya pembangunan yang pertama ini agak ke sebelah kanan ngambilnya,” tuturnya.

