EKSPOSKALTIM.COM, Bontang- Di tengah wabah Covid-19, pemerintah mengucurkan berbagai stimulus untuk mengatasi dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Salah satunya adalah bantuan langsung tunai atau (BLT).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sendiri telah membuat kebijakan memberi bantuan Rp 500 ribu selama 3 bulan untuk warga terdampak Covid-19 di Kota Taman.
Melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM), Pemkot Bontang pun telah membentuk tim sekretariat pengelola data warga terdampak kebijakan penanggulangan Covid-19 di Bontang, pada Jumat, 3 April 2020.
Tim tersebut melaksanakan koordinasi, verifikasi, falidasi data primer yang diserahkan ketua RT melalui lurah se-Bontang. Nantinya hasil data tersebut akan ditinjau kembali oleh wali kota Bontang melalui sekretaris daerah (sekda) Bontang.
Baca Juga: Mudahkan KPM, Bontang Launching Sentra Usaha Mikro E-Waroeng Mart
Dalam pengelolaan data tersebut, Dinsos-PM bersurat ke seluruh camat dan lurah se-Bontang untuk melaksanakan pendataan penerima bantuan langsung tunai (BLT) dengan berkoordinasi ke ketua RT setempat. Dalam surat bernomor 460/529/DSPM.01 juga dilampirkan form data warga terdampak kebijakan pembatasan sosial dan physical distancing dalam rangka penanganan Covid-19.
Sementara untuk pendataan penerima bantuan tersebut telah dilaksanakan di tingkat RT sejak Senin, 6 April 2020.
Pada Kamis, 23 April 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pun telah menyalurkan BLT kepada 1.284 warga terdampak Covid-19 di Kelurahan Berebas Tengah.
Lurah Berbas Tengah, Mustamin Syam mengatakan sebanyak 1.284 warga yang ada di Kelurahan Berebas Tengah menerima BLT senilai Rp 200 ribu. Dikatakannya, pembagian ini disalurkan langsung dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang dengan didampingi staf kelurahan.
Baca Juga: R-APBD Kaltim 2019 Diproyeksikan Capai Rp 10,4 Triliun
Sementara, dana senilai Rp 300 ribu akan dibelikan sembako dan disalurkan kembali pekan depan kepada 1.284 penerima BLT tersebut. Pasalnya, kata dia, anggaran yang ada masih di Kantor Kecamatan Bontang Selatan.
“Nanti kami akan belanja ditoko dan didampingi oleh pihak kecamatan. Kami akan membelanjakan anggaran Rp 300 ribu dan nanti pihak kecamatan yang akan membayarkannya,” imbuhnya.
Pemkot Bontang terus berupaya menanggulangi dampak wabah virus corona. Yakni telah disiapkan dana untuk penanganan pandemi Covid-19. Pos anggaran ini dikhususkan untuk sektor medis hingga dampak ekonomi dan sosial.
Lihat Juga: VIDEO: Kecamatan Bontang Selatan Gelar Lomba Penyuluhan Posyandu
Anggaran jumbo Rp 39 miliar ini diperoleh dari pergeseran anggaran APBD 2020. Mulai dari dana perjalanan dinas pejabat yang dialihkan seluruhnya ke penanganan Covid-19.
Salah satu pemanfaatannya, yakni pemberian dana stimulan Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK) kurang mampu dan tagihan air PDAM gratis tiga bulan. Data dan kriteria warga kurang mampu mengacu kepada aturan pemerintah. Sementara ini, teknis penyaluran bagi keluarga kurang mampu masih dimatangkan. (Adv)

