Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menyarankan konsumsi buah dan sayur seperti pepaya hingga alpukat saat sahur dan berbuka puasa karena kandungan serat, enzim, serta lemak sehat di dalamnya membantu menjaga sistem pencernaan tetap optimal selama Ramadan.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Perubahan pola makan selama puasa kerap berdampak pada sistem pencernaan. Karena itu, asupan serat dari buah dan sayur dinilai penting untuk menjaga kelancaran saluran cerna.
“Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” kata Rita.
Dosen Universitas Faletehan Serang itu menjelaskan pada dasarnya seluruh buah dan sayuran mengandung serat yang dibutuhkan tubuh. Namun, pepaya memiliki enzim alami yang membantu proses pemecahan makanan sehingga mempercepat kerja sistem pencernaan.
Selain pepaya, alpukat juga menjadi pilihan yang baik karena mengandung lemak sehat yang tidak hanya mendukung fungsi cerna, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama saat puasa.
https://eksposkaltim.com/berita-16298-yuk-tetap-sehat-selama-ramadan-.html
Rita menambahkan buah naga juga kerap dikaitkan dengan kelancaran buang air besar karena kandungan serat dan airnya yang cukup tinggi. Buah tersebut dapat dikonsumsi baik saat sahur maupun berbuka.
Untuk sayuran, ia menyarankan jenis yang relatif mudah dicerna seperti bayam dan wortel. Selain itu, sayuran hijau lainnya serta sayur buah seperti labu siam juga dinilai baik untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Ia menyarankan masyarakat membagi konsumsi buah dan sayur antara waktu sahur dan berbuka agar kebutuhan serat harian tetap terpenuhi meski frekuensi makan berkurang selama Ramadhan.
Menurut Rita, kombinasi buah, sayur, serta lauk berprotein hewani dan nabati membantu menjaga keseimbangan gizi sekaligus mendukung kinerja saluran cerna tetap optimal sepanjang bulan puasa. (ant)

